Bali Tribune, Minggu 21 Januari 2018
Diposting : 24 October 2017 20:54
I Made Darna - Bali Tribune
kebakaran
Keterangan Gambar: 
Petugas saat berusaha memadamkan api yanbg nyaris melahap gedong Pura Dalem Jagapati.

BALI TRIBUNE - Bangunan gedong penyimpenan Pura Dalem Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Badung nyaris ludes terbakar, Senin (23/10) siang. Beruntung petugas pemadam kebakaran dibantu masyarakat  sigap memadamkan api, sehingga api yang sudah terlanjur melahap sebagian atap gedong bisa segera dipadamkan.

Sumber api sendiri diduga berasal dari percikan api upacara pengabenan seorang warga. Menurut sejumlah informasi kebakaran gedong Pura Dalem diketahui sekitar pukul 11.25 Wita. Atap yang terbuat dari ijuk mengepulkan asap. Sehingga membuat sejumlah warga di sekitar pura geger dan langsung melakukan upaya pemadaman sambil menunggu dinas mobil pemadam kebakaran tiba.

"Begitu melihat asap mengepul dari gedung, kami langsung menuju pura berusaha memadamkan api," ungkap seorang warga setempat.

Beberapa menit kemudian mobil dinas pemadam kebakaran sampai di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. "Petugas datang sekitar 30 menitnya  api sudah berhasil dipadamkan,” imbuhnya warga tadi.

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung Ni Nyoman Ermy Setiari yang dikonfirmasi membenarkan terjadi kebakaran di gedung Pura Dalem Desa Jagapati. "Iya, ada kebakaran. Jika terlambat sedikit saja, api bisa menyebar ke bangunan lain," ujarnya.

Selain petugas pemadam kebakaran, personil dari BPBD juga dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman. "Tidak lama setelah petugas datang api sudah bisa dipadamkan," kata Ermy.

Mengenai dugaan awal terjadinya kebakaran, Ermy menduga karena  percikan api yang menyambar gedong  Pura Dalem. Api tersebut dengan mudah menjilat atap yang terbuat dari ijuk. Sehingga asap mengepul dari bangunan berukuran 2,5 meter x 2,5 meter. "Dugaan awal penyebabnya karena percikapan api ngaben. Tapi pastinya sedang diselidiki aparat kepolisian,” tegasnya.

Mengenai besar kerugian Ermy mengaku masih menghitung. Namun dari hitungan awal kerugian ditafsir mencapai puluhan juta. “Untuk kerugian masih kami hitung, tapi perkiraan sekitar Rp 25 juta,” terang Ermy.