Bali Tribune, Kamis 19 Juli 2018
Diposting : 20 February 2018 19:05
I Ketut Sugiana - Bali Tribune
bank
Keterangan Gambar: 
Ibu Mangku menunjukkan mobil Avanza milik anaknya yang jadi sasaran pelaku keprok kaca, menyebabkan uang Rp300 juta raib.

BALI TRIBUNE - Aksi keprok kaca terjadi di Klungkung. Senin (19/2), warga Banjar Pasek, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung, dikejutkan dengan adanya aksi keprok kaca yang menyebabkan kerugian mencapai Rp300 juta. Korbannya adalah seorang kontraktor bernama I Wayan Masih (48).

Aksi kejahatan ini terjadi di depan rumah korban sekitar pukul 09.30 Wita. Korban bersama istrinya ketika itu baru saja pulang dari menarik uang di BCA Cabang Klungkung. Uang sebanyak Rp300 juta itu disimpan dalam kresek hitam diletakkan di jok belakang mobil Avanza warna silver bernopol DK 1490 SD miliknya. Mereka rencananya hanya sebentar di rumah karena akan lanjut ke Denpasar untuk melakukan pembayaran rumah yang baru mereka beli.

Naas, saat Masih sedang ngopi, terjadilah aksi keprok kaca itu. Kaca mobil Avanza mereka di bagian kanan belakang telah hancur berkeping-keping. Sementara, uang Rp300 juta yang ada di dalam mobil yang diparkir di depan rumah tinggal mereka itu pun raib diambil orang. Ibu korban, Ibu Mangku (70), sempat mendengar suara keprok kaca itu. Namun, karena tidak menemukan hal mencurigakan, dia balik lagi meski awalnya sempat menengok ke lokasi.

Berbeda dengan I Wayan Masih. Dia langsung lari ke tempat mobilnya diparkir. Namun, dia hanya mendapati kaca mobil kanan belakang sudah pecah dan uang Rp300 juta sebelumnya ia tinggalkan di dalam mobil sudah tidak ada di tempatnya. Kapolsek Banjarangkan, AKP Luh Wirati, SH, ketika dihubungi, membenarkan adanya perampokan dengan modus keprok kaca ini. “Korban baru ambil uang di bank dan rencananya hanya mau sembahyang sebelum ke Denpasar,” ungkapnya.

Wirati menambahkan, kasus ini sedang ditangani dan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Istri korban, Eka, mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Demikian juga dengan Bu Mangku. Meski tak percaya akan mengalami kejadian ini. Eka mengaku, dia dan suaminya kurang waspada saat mengambil uang dalam jumlah besar di bank. “Kami lalai dan kurang awas sehingga hal ini terjadi. Ini pelajaran berharga bagi kami sekeluarga,” ujarnya, sedih.