Bali Tribune, Sabtu 19 Agustus 2017
Diposting : 1 August 2017 19:17
redaksi - Bali Tribune
jumpa pers
Keterangan Gambar: 
Wadir Reskrimsus Polda Bali, AKBP Ruddi Setiawan saat jumpa pers yang dilaksanakan di Mapolda Metrojaya, sore kemarin.

BALI TRIBUNE - Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan menjelaskan, hasil investigasi sementara untuk kelompok kejahatan cyber warga negara asal China yang ditangkap di Bali mencapai Rp 20 triliun.

“Total kerugian korban untuk yang di Bali saja mencapai sekitar Rp 20 triliun,” ujarnya sesaat sebelum membawa para pelaku ke Jakarta dari Mapolda Bali, Senin (31/7).

Dikatakan mantan Kapolres Badung ini, yang di tempat lainnya belum diketahui. Ini baru pengakuan para pelaku yang di Bali saja. Tetapi polisi akan melakukan penyidikan lagi untuk mengetahui kebenaran pengakuan tersebut.

Modusnya, para pelaku memiliki perannya masing-masing di mana ada yang bertugas melacak korban yang memiliki kasus, ada pelaku yang bertugas menyamar sebagai polisi untuk melakukan penyidikan dengan mendatangi korban untuk melakukan investigasi, dan ada yang bertugas menawarkan jasa agar kasusnya diringankan dengan membayar sejumlah uang. “Namun mereka semua berada dalam satu tim. Hasilnya pemerasan tersebut akan dibagi sama rata dalam anggota kelompoknya,” terangnya.

Sementara itu, para pelaku telah diberangkatkan ke Jakarta kemarin melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali pukul 14.30 Wita dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian bersenjata lengkap. Para tersangka menggunakan pesawat komersial Garuda dan akan berbaur dengan penumpang lainnya. “Kita akan menempati posisi kursi paling belakang dan tidak mengganggu penumpang lainnya. Namun saat memasuki pesawat para tersangka akan melalui jalur khusus hingga masuk ke tangga pesawat,” tuturnya.

Total yang ada dalam rombongan sebanyak 57 orang. Jumlah ini terdiri dari 27 pelaku asal Cina, 5 pelaku lokal. Sementara sisanya adalah petugas kepolisian. Petugas yang mengawal selain dari Reskrimsus Polda Bali, juga melibatkan aparat dari Kesatuan Sabhara, Brimob Polda Bali bersenjata lengkap. Selama perjalanan, para tersangka dipastikan dalam keadaan tangan terborgol dan dipastikan tidak akan mengganggu keamanan dan kenyamanan penumpang lainnya.