Keterangan Korban Tidak Konsisten | Bali Tribune
Diposting : 12 August 2017 12:10
redaksi - Bali Tribune
KRIMINAL
Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Drs. Sang Made Mahendra Jaya (kanan) didampingi Kabid Humas Kombes Pol Hengky Widjaja, SIk saat memberikan keterangan pers, kemarin.

BALI TRIBUNE - Polisi sepertinya masih kesulitan mengungkap pelaku penganiayaan dan perampasan senjata AK milik anggota Brimob Brigadir Ida Bagus Suda Suwarna, di halaman parkir Hotel Ayana Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Selasa (8/8). Sebab, keterangan yang diperoleh dari korban sangat minim dan tidak konsisten.

"Boleh saya katakan bahwa keterangan korban tidak konsisten. Sampai saat ini keterangan korban selalu berubah-ubah," ungkap Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Drs. Sang Made Mahendra Jaya didampingi Kabid Humas Kombes Pol Hengky Widjaja, SIk di Mapolda Bali, Jumat (11/8).

Dikatakan Mahendra Jaya, keterangan korban sangat diperlukan untuk mengungkap pelaku karena saat itu hanya ia sendiri yang berada di lokasi kejadian. Meski demikian, namun ia enggan menjelaskan secara rinci tentang keterangan korban yang selalu berubah-ubah tersebut. "Yang paling sederhana saja, luka yang ada di wajahnya, korban sendiri tidak tahu siapa yang pukul atau apa yang terjadi yang menyebabkan luka itu. Kalau dari hasil medis, luka itu disebabkan benda tumpul. Tapi kronologisnya seperti apa, korban sendiri tidak tahu," katanya.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Trijata. Polisi masih menunggu kondisi korban stabil agar dapat kembali dimintai keterangan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan melibatkan psikolog untuk pemulihan kejiwaannya.

Lantaran keterangan korban tidak konsisten tersebut, membuat polisi kesulitan dalam mengidentifikasi para pelaku. "Perlu kami tegaskan, untuk terduga pelaku saja belum ada. Informasi adanya orang asing itu tidak benar. Karena belum ada gambaran soal pelaku. Fokus kita saat ini adalah penyelidikan, termasuk memeriksa CCTV. Kita masih lakuan evaluasi dengan mencocokan keterangan korban dengan TKP. Yang menjadi kendala saat ini adalah korban tidak konsisten. Kami juga masih mendalami keterangan korban, apakah dia berbohong atau tidak," ujar Mahendra Jaya seraya mengatakan indikasi korban diracuni tidak benar lantaran hasil laboratorium terkait muntahan korban tidak mengandung racun.