Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 25 June 2018 23:52
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
SERAH TERIMA - Serah terima mobil untuk kendaraan operasional BNNK Karangasem dari Ketua DPRD kepada Ketua BNNK Karangasen
BALI TRIBUNE - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem yang baru terbentuk beberapa waktu lalu mendapat dukungan dari DPRD Karangasem. Minggu (24/6), Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menyerahkan bantuan satu unit kendaraan dinas Toyota Fortuner. 
 
Sebelumnya Toyota Fortuner tersebut menjadi kendaraan dinas operasional pimpinan dewan, selanjutnya dipergunakan sebagai kendaraan operasional di BNNK Karangasem. Penyerahan dilakukan di Gedung DPRD Karangasem, mobil tersebut diterima oleh Kepala BNNK Karangasem AKBP I Nyoman Sebudi. 
 
Usai penyerahan bantuan mobil tersebut, Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi kepada wartawan mengatakan, lembaga dewan sangat mendukung terbentuknya BNNK Karangasem, diharapkan keberadaan BNNK ini bisa menekan dan bahkan bisa memberantas habis jaringan peredaran Narkoba di Karangasem.
 
BNNK disebutkannya baru terbentuk beberapa bulan lalu, dan untuk kantor sebagai langkah awal selama masa transisi ini, BNNK sementara waktu masih menggunakan bangunan yang merupakan rumah dinas pimpinan dewan di Jalan Diponegoro, Amlapura. Selain itu Pemkab Karangasem juga sudah memperbantukan delapan orang ASN yang bertugas di BNNK.
 
Dengan keberadaan BNNK ini Dewan menaruh harapan besar khususnya dalam pemberantasan peredaran Narkoba di Karangasem yang sudah semakin mengkhawatirkan. Dengan struktur organisasi dan kewenangan yang dimiliki, lembaga yang menjadi bagian integral dari BNNP itu bisa membantu Karangasem untuk terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.  “Narkoba dapat merusak generasi bangsa, sebagai institusi penegak hukum kami yakin kehadiran BNNK akan membawa dampak positif untuk Karangasem,’’ ucap Nengah Sumardi.
 
Ketua BNNK Karangasem AKBP Nyoman Sebudi mengakui dalam masa transisi ini lembaganya masih berkonsentrasi melakukan penataan personil dan kelembagaan. Menyangkut misi kehadiran BNNK, sejauh ini BNNK Karangasem masih mengedepankan upaya cegah tangkal melalui pola-pola sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada kelompok-kelompok masyarakat dan sekolah-sekolah. 
 
Pihaknya mengakui sejak dibentuk tiga bulan lalu, BNNK Karangasem sudah mengadakan sosialisasi di 20 desa dari 78 desa di Karangasem. ‘’Kita juga melakukan mapping (pemetaan) kerawanan. Sesuai misi institusi, kita ingin Karangasem terbebas dari penyahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegasnya.
 
Pihaknya mengaku saat ini telah membangun koordinasi berbasis IT dengan perbekel se-Karangasem. Dengan koordinasi itu diharapkan para perbekel bisa berperan aktif terutama dalam melakukan penyadaran ataupun rehab terhadap warga yang terlanjut terjerumus narkoba. Diakuinya memang dalam hal pemberantasan Narkoba kendala terberat yakni masih rendahnya kesadaran masyarakat. Dimana senagain besar pengguna atau pecandu Narkoba seakan lebih memilih dipenjara, padahal melaporkan diri ke BNNK itu adalah langkah bagus, karena melapor tidak akan dihukum tetapi justru BNNK akan membantu pecandu bersangkutan untuk tindakan pemulihan atau rehabilitasi dari kecanduan Narkoba.