Bali Tribune, Selasa 19 Juni 2018
Diposting : 25 May 2018 20:59
redaksi - Bali Tribune
I Nengah Sumardi
Keterangan Gambar: 
I Nengah Sumardi
BALI TRIBUNE - Menjelang perayaan Galungan dan Kuningan yang jatuh pada tanggal 30 Mei dan 9 Juni mendatang, umat Hindu di Karangasem sudah mulai disibukkan dengan menyiapkan berbagai kebutuhan untuk upakara dan kebutuhan lain dalam menyambut hari kemenangan Dharma melawan Adharma tersebut. Di Pasar Amlapura Timur sejak kemarin terlihat ramai oleh pembeli yang memburu berbagai kebutuhan untuk hari raya.
 
Tidak hanya itu, di pinggir jalan di sepanjang jalan utama di Karangasem, banyak terlihat pedagang musiman yang menjual kebutuhan hari raya seperti bambu dan piasan penjor. Di Kabupaten Karangasem tradisi mepatung atau patungan membeli babi untuk disembelih masih tetap dilestarikan oleh warga. Sebab dengan patungan harga daging babi menjadi jauh lebih murah dan tradisi ini secara tidak langsung bisa membangun rasa kebersamaan atar sesama warga.
 
Terkait dengan perayaan Galungan dan Kuningan kali ini, Ketua  DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, kepada wartawan Kamis (24/5) menyampaikan dari sisi lembaga dewan pihaknya sangat mengapresiasi berbagai tradisi yang masih sangat kental melekat di masyarakat Karangasem, salah satunya tradisi patungan memotong babi. Menurutnya tradisi semacam ini sangat bagus dan harus terus dilestarikan oleh masyarakat.
 
“Tradisi ini sangat sejalan dengan program kami di pemerintah, dan tradisi ini sangat bagus untuk memupuk rasa kebersamaan dan persatuan di kalangan umat. Utamanya dalaam menjalankan Yadnya,” tegas Nengah Sumardi.
 
Melaksanakan Yadnya kata Sumardi sangat mutlak harus dilaksanakan, untuk itu pihaknya dilembaga dewan mengimbau kepada masyarakat Karangasem, agar nantinya daalam proses menyanggra Galungan dan Kuningan bisa dilaksanakan dengan khidmat dan tidak mengurangi dari sisi makna serta terus melaksanakan Yadnya itu sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Jangan melaksanakan Yadnya diluar dari kemampuan apalagi sampai berlebihan,” imbaunya.
 
Apalagi saat ini Karangasem masih dalam status Siaga bencana Erupsi Gunung Agung, dimana kemungkinan ada warga yang berasal dari zona merah yang masih mengungsi. “Kemungkinan masih ada warga yang berada di pengungsian. Untuk itu kami mengimbau agar tetap pada koridor SOP. Karena pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah seperti itu ya harus ditindaklanjuti secarabenar, agar jangan nantinya sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi kita memohon kepada Ida Betara Giri Toh Langkir agar bliau bisa memberikan hal yang terbaik untuk kita warga Karangasem,” pintanya, sembari menyampaikan atas nama Lembaga DPRD Karangasem, pihaknya mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta Selamat Menunaikan Ibadah Puasa serta Hari Raya Idul Fitri bagi saudara Muslim di Karangasem.