Diposting : 6 December 2018 00:36
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
TROPI - Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengangkat Tropi Kalpataru saat Kirab di Desa Taro, Tegalallang.
BALI TRIBUNE - Bupati Gianyar I Made Mahayastra diikuti Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta, Sekdakab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya serta sejumlah pejabat bersama ratusan warga Desa Taro, Kecamatan Tegallalang melakukan kirab Kalpataru dengan berjalan kaki dari Kantor Desa Taro menuju Yayasan Lembu Putih, Desa Taro, Selasa, (4/12). 
 
Kirab diiringi gambelan baleganjur serta sejumlah penari menambah semarak suasana kirab, wargapun tampak antusias mengikuti kirab sepanjang kurang lebih 1 kolometer tersebut. Sesampainya di Yayasan Lembu Putih, Bupati Mahayastra juga meresmikan monument Kalpataru.
 
Kabupaten Gianyar melalui Yayasan Lembu Putih, Desa Taro sebagai yayasan konservasi alam berhasil meraih Tropy Kalpataru katagori penyelemat lingkungan. Dari 513 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, Kabupaten Gianyar merupakan  salah satu dari 10 Kabupaten/Kota penerima Kalpataru seluruh Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menko Ekonomi, Darmin Nasution dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bahar pada puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional di Taman Wisata Alam Batu Putih, Tangkoko Bitung, Sulawesi Utara (30/8) lalu.
 
Pj Perbekel Desa Taro I Nyoman Karang mengatakan, sejarah berdirinya yayasan berawal dari kesadaran para pemuda dalam pelestarian lingkungan sehingga membentuk kelompok Go Green pada Januari 2010. Dilanjutkan dengan kegiatan pembersihan di kawasan Lambu Putih, Taro hingga terbentuk Yayasan Lembu Putih pada 2012. Berbekal itu Yayasan Lembu Putih menyusun rencana kegiatan dalam upaya memaksimalkan pencapaian target kegiatan. Yakni meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelestarian  Lembu Putih, memaksimalkan kerjasama dengan pihak terkait dalam upaya  perlindungan dan konservasi hutan Taro serta perlindungan situs sejarah Pura Gunung Raung, pengembangan tanaman langka usada (herbal) dan tanaman upakara. “Tahun 2015 untuk pertamakalinya Yayasan Lembu Putih diusulkan pada ajang penghargaan Kalpataru. Tahun 2017 diusulkan kembali serta berhasil meraih Tropy Kalpataru katagori penyelamat lingkungan,” tambah Nyoman Karang.
 
Kelian Adat Desa Pakraman Taro Kaja I Made Tagil Kumaranata menuturkan, diraihnya Tropy Kalpataru ini adalah karena partisipasi masyarakat serta Yayasan Lembu Putih dalam pelestarian lingkungan. Selain karena disakralkan, kesadaran dari masyarakat juga sangat tinggi dalam pelestarian lingkungan termasuk hutan yang ada di Desa Taro. 
 
Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, penghargaan Kalpataru ini merupakan yang ke tiga kalinya diraih Kabupaten Gianyar. yang pertama diraih oleh Pemkab Gianyar, kemudian Padang Tegal Ubud serta Yayasan Lembu Putih, Desa Taro. Ini membuktikan kecintaan Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gianyar untuk menjaga lingkungan walaupun diakui masih banyak rongrongan-rongrongan terkait dengan perusakan terhadap lingkungan itu sendiri.
 
Mahaystra juga mengatakan, dengan keberadaan Yayasan Lembu Putih dua agenda besar telah mampu diselesaikan yakni tentang pelestarian alam serta Lembu Putih sehingga terhindar dari kepunahan.