Diposting : 10 July 2018 14:03
San Edison - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta, menyampaikan hasil pertemuan antara Komisi IV DPRD Bali, Kadis Pendidikan Provinsi Bali, pihak sekolah dan perwakilan orangtua siswa.
BALI TRIBUNE -  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bali masih bermasalah. Banyak siswa baru terancam tidak bisa sekolah karena kuota di sejumlah sekolah sudah penuh. 
 
Hal ini pula yang terjadi di SMA Negeri 1 Abiansemal, Kabupaten Badung. Bahkan Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta, bersama anggota, harus turun tangan langsung, Senin (9/7), guna menyelesaikan hal ini. 
 
Pada kesempatan tersebut, Parta dan rombongan mendapat informasi bahwa SMA Negeri 1 Abiansemal, merupakan satu-satunya yang ada di Kecamatan Abiansemal. Padahal, ada 4 SMP di Kecamatan Abiansemal ini. 
 
Parahnya, siswa yang mendaftar ke SMA Negeri 1 Abiansemal justru membludak. Sebab, ada juga siswa dari Tabanan dan Gianyar, yang melamar. 
 
Setelah Parta dan jajaran melakukan diskusi bersama Kadis Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, pihak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Abiansemal dan perwakilan orangtua siswa, salah satu solusi yang disepakati adalah seluruh siswa yang mendaftar diterima. 
 
"Seluruh siswa yang mendaftar di sini, diterima. Karena prinsipnya, seluruh anak harus mendapatkan pendidikan," ujar Parta, di hadapan ratusan orangtua siswa, yang memenuhi halaman Kantor SMA Negeri 1 Abiansemal. 
 
Meski semuanya diterima, namun tetap ada dua syarat yang disepakati semua pihak pada kesempatan tersebut. "Pertama, yang sudah diterima di sekolah swasta, tidak bisa lagi ambil formulir di sini. Kedua, yang namanya sudah muncul di sekolah negeri lain, otomatis tidak bisa mendaftar di SMA Negeri 1 Abiansemal," pungkas Parta.