Bali Tribune, Rabu 13 Desember 2017
Diposting : 9 June 2016 13:03
I Made Darna - Bali Tribune
atlet
Keterangan Gambar: 
KUNJUNGI ATLET - Komisi IV DPRD Badung saat mengunjungi atlet Porsenijar Badung, Selasa (7/6).

Mangupura, Bali Tribune

Komisi IV DPRD Badung, Selasa (7/6) lalu mengunjungi atlet Porsenijar Badung di sejumlah penginapan di Denpasar. Hasilnya pun membuat miris. Ketua Komisi IV DPRD Badung AA Ngurah Ketut Nadi Putra, SH, saat ditemui Rabu (8/6) mengaku tak habis pikir uang saku yang diterima atlet jauh di bawah kabupaten/kota lainnya di Bali.

Atlet Badung, ujarnya, hanya menerima secara keseluruhan sekitar Rp375.000. Sementara kabupaten lain memberikan uang saku antara Rp600.000 hingga Rp750.000. Selain itu, setiap atlet menerima tambahan Rp100.000 untuk sekali pertandingan.

Dia pun mempertanyakan, sebagai daerah dengan pendapatan asli daerah tertinggi di Bali, apakah elok, atlet menerima seperti itu. “Atlet berjuang untuk mengharumkan nama Badung. Karenanya, sudah saatnya atlet memperoleh perhatian yang layak,” katanya. Tak cukup sampai di sana, dana yang sudah kecil tersebut harus dipotong lagi untuk subsidi kaos atlet. “Dana itu masih harus dipotong lagi untuk subsidi pembuatan kaos,” sambungnya.

Setiap atlet, tegasnya, memperoleh satu buah kaos. Walau hanya satu, kualitas kaos yang diterima atlet sangat tidak layak. “Karena itu, setiap atlet berinisiatif membeli baju lagi untuk pertandingan berikutnya. Dananya diambil dari uang saku tersebut,” tegas politisi Partai Golkar asal Kuta Utara tersebut. Satu lagi, katanya, kaos dan jaket justru belum jadi pada saat pelepasan atlet. Hingga pembukaan pun, belum semua atlet mendapatkan bagian jaket. “Ini tentu saja harus dievaluasi,” tegasnya lagi.

Yang lebih membuat miris, di tengah terbatasnya uang saku atau bekal atlet, dana pendamping justru sangat menggiurkan. Setiap pendamping memperoleh Rp2.250.000. Ini dinilainya sangat aneh. Saat melakukan kunjungan tersebut, Komisi IV juga menemukan bahwa atlet ditempatkan di kamar hotel tanpa pendingin. “Bayangkan, setiap kamar diisi 5 atlet tanpa pendingin,” katanya.

Walau begitu, dia tak begitu memasalahkan karena akomodasi menjadi tanggungan pihak provinsi. Namun ke depan, jika diperlukan, Badung harus menanggung akomodasi atlet sehingga bisa beristirahat dengan nyaman. Dia berharap, kekurangan ini ditutupi dengan bonus layak kepada setiap atlet yang berprestasi. “Medali emas minimal diberikan bonus Rp5 juta,” katanya.

Saat melakukan kunjungan, Komisi IV didampingi oleh Kadisdikpora dan pejabat terkait lainnya. Kadisdikpora Ketut Widia Astika hanya menanggapi soal jaket yang belum jadi disebabkan proses di rekanan.

Selain Ketua Komisi IV dan Kadisdikpora Badung, sidak atlet ini diikuti anggota Komisi IV lainnya. Di antaranya Gede Wardhana Erawan, IB Alit Arga Patra, Ni Luh Gede Sri Mediatuti, IB Sunarta, Nyoman Gede Wiradana, Made Retha dan Nyoman Sentana.