Bali Tribune, Senin 18 Juni 2018
Diposting : 11 May 2018 21:16
Djoko Moeljono - Bali Tribune
pemaparan
Keterangan Gambar: 
KOMSOS – Mewakili Pangdam, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri (kiri) saat memberikan pemaparan di Aula Makodam IX/Udayana, Rabu (9/5).
BALI TRIBUNE - Dalam rangka mengoptimalkan keberhasilan pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Darat (AD), khususnya di wilayah Bali Nusra, Kodam IX/Udayana perlu membangun kebersamaan dan keterpaduan dengan seluruh komponen masyarakat melalui komunikasi sosial (komsos).
 
Demikian disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, pada acara “Komunikasi Sosial Kodam IX/Udayana dengan Aparat Pemerintah TA 2018” di Aula Makodam IX/Udayana, Rabu (9/5).
 
Acara yang dihadiri oleh 200 orang perwakilan dari seluruh elemen dan komponen masyarakat itu mengusung tema ”Melalui Komunikasi Sosial dengan Aparat Pemerintah, Kita Tingkatkan Sinergitas dan Kerja Sama antara TNI AD dengan Pemerintah Daerah dalam rangka Menyukseskan Program Pemerintah Republik Indonesia di Daerah”.
 
Kegiatan komsos ini sebagai salah satu metoda pembinaan teritorial untuk mewujudkan kesamaan persepsi tentang pemberdayaan wilayah pertahanan di darat. Adapun sasaran yang ingin dicapai antara lain, terjalinnya kerja sama yang makin erat antara TNI AD dengan aparat pemerintah dalam mendukung kebijakan Pimpinan TNI AD di bidang territorial.
 
Juga tercapainya pemahaman aparat pemerintah tentang 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menjaga kedaulatan NKRI, tercapainya pemahaman aparat pemerintah tentang wawasan kebangsaan guna menyukseskan program Pemerintah di daerah, dan terwujudnya jalinan kerja sama antara aparat pemerintah dengan TNI AD, khususnya Kodam IX/Udayana dalam rangka mengatasi kesulitan rakyat serta mencegah segala kemungkinan ancaman, hambatan, dan gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan pembangunan nasional.
 
Sehingga, dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan bangsa khususnya di Provinsi Bali, Pangdam mengajak seluruh aparat pemerintah dan masyarakat untuk senantiasa bersatupadu dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Selanjutnya, Kasdam menyampaikan materi bertajuk “Peneguhan Jati Diri Bangsa dalam Perspektif Kewaspadaan Nasional Dapat Mencegah Disintegrasi Bangsa”.
 
Adanya pengaruh globalisasi maka perang yang tidak nyata berupa “proxy war” sedang dihadapi bangsa Indonesia, mengingat ancaman ini dapat melunturkan identitas dan jati diri bangsa yang nantinya dapat mengakibatkan kehancuran bangsa dan negara ini. Dengan “proxy war” bangsa dilemahkan dari dalam, seperti maraknya peredaran narkoba belakangan ini, sehingga oleh pemerintah Indonesia dinyatakan dalam kondisi darurat narkoba.
 
Kasdam juga menyampikan tentang pentingnya penanaman rasa nasionalisme dan harus dilaksanakan secara dini, sehingga generasi mendatang memiliki ketahanan dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.