Diposting : 14 October 2017 12:28
Agung Samudra - Bali Tribune
perpustakaan
Keterangan Gambar: 
TUNJUKKAN - Kasek SDN 3 Bangbang tunjukan kondisi rak perpustakaan sekolahnya, Jumat (13/10).

BALI TRIBUNE - Perpustakaan adalah sebagai wahana untuk meningkatkan minat baca siswa. Namun sayang justru kondisi beberapa perpustakaan di kabupaten Bangli kondisinya sangat memprihatinkan. Gambaran ini dapat dilihat di SDN 3 Bangbang, Tembuku. Gedung perpustakaan yang dibangun tahun 2012  hingga kini belum tuntas pengerjaanya. Lantai perpustakaan  belum ditegel, begitupula belum di plofon  serta tembok banguan belum diplester. Lebih memeriskan lagi rak buku  mulai hancur karena dimakan rayap.

Kepala Sekolah SDN3 Bangbang Made Dana saat dikonfirmasi, Jumat (13/10), mengatakan kalau gedung perpustakaan memang  belum difinising. Ada beberapa aitem banguan gedung yang belum tuntas, seperti lantai perpustakaan masih berlantaikan tanah, berikut belum ada plofon dan dingding tembok belum diplester.

Kata kasek asal Desa Undisan, Tembuku ini, sejatinya rencana finising gedung perpustakaan dengan anggaran sebesar Rp 100 juta memang sempat mengemuka, namun hingga kini belum terealisasi. “Memang sudah sempat petugas turun melakukan pengukuran, bahkan oleh petugas mengatakan untuk proses lanjutan pembangunan gedung perpustakaan akan diambil saat liburan kenaikan kelas, namun hingga proses belajar sudah berlangsung hamper tiga bulan belum ada tanda- tanda gedung perustakaan akan digeber pembangunan,ya,” kata Made Dana.

Dia mengaku tidak tahu kenapa proses finising gedung perpustakaan belum dilaksanakan. Bahkan dia mengataakan adanya informasi proses fiininsing gedung perpustakaan akan dilakukan saat libur kenaikan kelas, disikapi dengan  mengumpulkan seluruh buku yang  sebelumnya dipajang di rak perpustakaan. “Untuk tugas mengumpulkan buku menjadi satu sesuai dengan makalahnya kita libatkan mahasiswa  yang  waktu itu  melaksanakan kegiatan KKN di Desa Bangbang.

Karena proses  pengerjaan finising tidak jelas kapan akan dilaksanakan , pihaknya berencana bakal kembali menaruh buku- buku diempat semula , apalagi sekolah memilki program wajib baca bagi seluruh siswa dari pukul 12.15 wita samapi 12.30.wita. “Karena kondisi yang tidak memungkinkan menampung seluruh siswa membaca di ruang perpustakaan, maka siswa membaca di depan ruang kelas,” jelasnya.

Kadisdikpora Bangli I Wayan Suteja saat dikonfirmasi, tidak membantah relaita itu. Dia mengatakan sangat terbantu dengan kucuran bantuan dari pusat dan provinsi untuk pembanguan gedung perpustakaan di sekolah.  “Memang anggaran pembanguanan hanya untuk segitu saja,” ujarnya. Memang pemerintah daerah bisa saja melanjutkan proses untuk finisingnya, namun tentu berpijak pada skala prioritas. “Kita lebih mengutamakan hal-hal yang sifatnya mendesak, seperti pembangunan RKB,” ungkapnya.

Disinggung sudah diplotnya anggaran untuk finising gedung perpustakaan di SDN 3 Bangbang sebesar Rp 100 juta, namun kenapa prosesnya belum bisa berjalan? Kadisdipora justru mengatakan pihaknya tidak akan memproses kegiatan fisik bersumber dari DAU di bawah Rp 200 juta mengacu adanya SE dari Sekda.

Di lain pihak anggota DPRD Bangli I Wayan Subagan mengaku kecewa dengan ketidakjelasannya proses kegiatan finising ruang/gedung perpustakaan di SDN 3 Bangbang. Kata politisi dari PDIP ini, sejatinya plot anggaran kegiatan finising sebesar Rp 100 juta sudah terakomodir dalam APBD Induk 2017, namun justru kegiatan itu tidak dijalankan. “Kalau kondisi perpustakan kurang mendukung bagimana siswa bisa membaca dengan nyaman,” tegas Subagan.