Diposting : 9 August 2016 11:44
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
OWCH
Keterangan Gambar: 
Sekretaris Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia YB Satya Sana Nugraha, bersama Direktur General of Intangible Culture Heritage of Asia Pasific Region Kwon Huh, Gubernur Bali, dan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra membuka OWHC Asia Pasifik di Kota Denpasar, Minggu (7/8) di Hotel Grand Bali Beach Sanur.

Denpasar, Bali Tribune

Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage City (OWHC) Asia Pasifik di Kota Denpasar, Minggu (7/8) secara resmi dibuka bertempat di Hotel Grand Bali Beach Sanur. Pembukaan dilakukan Sekretaris Menteri Kordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Y.B Satya Sana Nugraha, bersama Direktur General of Intangible Culture Heritage of Asia Pasific Region Kwon Huh, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ditandai pemukulan alat musik tradisional ketimbung.

Beberapa agenda pembukaan juga dimeriahkan dengan pameran foto, lukisan dan karikatur dengan tema heritage, dan pentas budaya. Beberapa kepala daerah di Bali dan Indonesia yang masuk dalam Jaringan Kota Pusaka se-Asia Pasifik tampak hadir dengan pelaksanaan Konferensi berlangsung selama empat hari dari tanggal 7-10 Agustus nanti.

Sebelum pembukaan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota I GN Jaya Negara beserta jajaran Aparatur Pemkot Denpasar menyambut satu persatu para tamu undangan yang hadir serta sekaligus bersama-sama menyaksikan pameran foto, lukisan dan karikatur. Kegiatan pembukaan juga dilanjutkan dengan pagelar budaya dihalaman terbuka hotel setempat.

Sekretaris Kemenko PMK Satya Sana Nugraha mengatakan kehadiran pemuda dalam pelestarian kota pusaka dapat memacu mengoptimalisasi dalam pengelolaan kota pusaka, sehingga dapat dikembangkan dalam pengelolaan dan di tumbuh kembangkan dalan pelestarian kota pusaka Asia Pasific. Melalui kegiatan OWHC yang digelar di Kota Denpasar ini diharapkan ada hubungan koordinasi yg berkelanjutan dan komitmen bersama dalam pembentukan jaringan pemuda kota pusaka Asia Pasific.

Walikota Rai Mantra mengatakan manfaat kegiatan ini berkaitan dengan keberlangsunga kebudayaan dalam globalisasi. Ini menjadi tantangan di Kota Denpasar dengan mencari solusi dalam jaringan Kota Pusaka Dunia dengan kesepakan membangun jaringan keberlanjutan heritage dengan keikutsertaan generasi muda. “Tentu Denpasar hal ini telah dilakukan lewat penguatan peran sekaa teruna teruni, kegiatan jelajah pusaka dan pendidikan usia dini dalam kegiatan budaya,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nanang Asfarinal mengatakan Denpasar sebagai tuan rumah OWHC tahun ini menjadi momentum yang sangat baik dalam memperkuat anggota JKPI dari 58 kota kecil sedang dan kota besar di Indoensia. Denpasar menjadi kota kedua setelah Solo menjadi anggota OWHC yang tak terlepas dari komitmen Walikota Denpasar dalam melakukan langkah-langkah penguatan pelestarian pusaka dan budaya di Kota Denpasar.

Nanang mengharapkan tradisi budaya yang ada di Bali dan Denpasar khususnya dapat tetap dilestarikan, dengan konferansi OWHC saat ini menjadi momentum tepat memperlihatkan kepada dunia tentang kebudayaan Denpasar yang memberikan imbas pada perhatian dunia kepada kebudayaan nasional.

Wayan Geriya selaku stering commite mengatakan masuknya Denpasar sebagai anggota OWHC tak terlepas dari sejaraha panjang terbentuknya Kota Denpasar. Pada Tahun 2013 Denpasar diteyapkan sebagai anggota OWHC dan tahun ini ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan strategic meeting OWHC yang kedua dengan kegiatan pertama dilaksnakan di Thailand. Dari pertemuan ini diharapkan dapat mencetuskan deklarasi dan rekomendasi pertemuan di Kota Denpasar untuk keberlangsungan penguatan pusaka dengan keterlibatan generasi muda.