Bali Tribune, Sabtu 26 Mei 2018
Diposting : 13 February 2018 23:02
Djoko Purnomo - Bali Tribune
venue
Keterangan Gambar: 
Ketut Suwandi
BALI TRIBUNE - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali kini mulai berbenah termasuk mendata venue-venue menyusul akan datangnya beberapa petugas untuk melakukan verifikasi terkait pencalonan diri Provinsi Bali sebagai tuan rumah PON XXI/2024. Tim verifikasi rencananya datang ke Bali,  26-28 Februari mendatang.
 
“Kami siapkan venue sebanyak 46 cabang olahraga (cabor) dan cabor eksebisi yang kami koordinasikan dengan Provinsi NTB sebagai partner Bali tuan rumah bersama, untuk dipelajari atau dipahami tim verifikasi,” ujar Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, Senin (12/2).
 
Tak hanya itu lanjutnya, juga bakal terkait dengan tarnsportasi, akomodasi dan hotel di sekitar venue pertandingan. Tidak mungkin nantinya hotel akan jauh dari venue pertandingan yang bisa menyulitkan kontingen provinsi di Indonesia.
 
“Kami tidak mau seperti itu, makanya kami berupaya keras venue pertandingan dekat dengan hotel, transportasi dan akomodasi juga mudah dijangkau kontingen lainnya. Kami tidak mau menyulitkan itu semua,” jelas mantan Ketua Umum KONI Badung itu.
 
Hal lainnya, yakni nantinya daerah juga bakal dilibatkan untuk menjelaskan ke tim verifikasi, terkait dengan venue di daerahnya. “Kami sudah merapatkan dan membahas dengan seluruh KONI kabupaten dan kota di Bali, agar saat tim verifikasi datang ke kabupaten dan kota bisa dijelaskan terkait venue yang ada,” tandas Suwandi.
 
Artinya, KONI kabupaten dan kota yang didatangi tim verifikasi, menjelaskan gedung olahraga (GOR) yang dikunjungi bakal mempertandingkan cabor apa saja, dan selama ini sudah menggelar pertandingan apa, baik level lokal, nasional atau internasional.
 
“Kami juga bakal menerima saran tim verifikasi apa saja yang kurang dengan venue yang ada. Apakah juga perlu penambahan venue seperti GOR, dan keperluan apa yang harus dilengkapi di GOR tersebut. Termasuk meski ada stadion sepakbola yang cukup bagus apakah masih diperlukan stadion lagi, maka kami tinggal mengajukan ke Pemprov Bali. Kalau proyeksi kami ada tambahan stadion lagi yang bagus, dengan merenovasi atau membangun kembali Stadion Ngurah Rai Denpasar,” pungkas Suwandi.