Diposting : 6 September 2017 17:49
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Porprov
Keterangan Gambar: 
Ketut Suwandi (kanan) saat memberi keterangan kepada wartawan terkait situasi Porprov Bali di Gianyar yang masih adem ayem.

BALI TRIBUNE - Gelaran Porprov Bali XIII/2017 Gianyar diakui Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi kurang bergema. Selain sepi baliho, spanduk dan umbul-umbul, masyarakat Gianyar sepertinya juga tidak mengetahui kalau Gianyar menjadi tuan rumah Porprov Bali XIII.

“Masih ada waktu bagi panitia untuk menggemakan porprov agar seluruh masyarakat Gianyar mengetahui kalau ada hajatan olahraga skala Bali di sini,” ujar Suwandi kepada wartawan ketika memantau pertandingan basket Porprov Bali XIII, Selasa (5/9) di Gianyar.

Memang, kata Suwandi didampingi Wakil Ketua KONI Bali IGN Oka Darmawan dan Maryoto Subekti, seremoni pembukaan Porprov Bali XIII baru akan dilakukan tanggal 17 September mendatang, di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar. Namun beberapa cabor sudah dipertandingkan mendahului sebelum pembukaan, seperti sepakbola dan basket.

Diakuinya, Porprov Bali memang hajatannya Pemprov Bali, dalam hal ini KONI Bali yang penyelenggaranya digilir ke daerah-daerah seluruh Bali. Namun Suwandi berharap daerah yang menjadi tuan rumah turut bertanggung jawab menyukseskannya.

“Mudah-mudahan sedikitnya baliho, umbul-umbul dan sejenisnya di Gianyar memang karena event ini belum dibuka, dan masih ada waktu kepada panitia untuk memikirkan pemasangan baliho di sudut-sudut jalan strategis,” pinta Suwandi.

Lebih jauh mantan Ketum KONI Badung itu mengatakan, Porprov Bali merupakan ajang mempersiapkan atlet-atlet Bali ke ajang Pra-PON maupun PON XX/2020 Papua. Atas dasar itu, lanjut dia, tidak ada alasan untuk tidak melaksanakannya dengan baik.

“Jadi gelaran porprov ini sangat strategis bagi kemajuan olahraga Bali, karena hasil dari hajatan ini para juaranya nanti akan dipercaya mewakili Bali ke ajang lebih tinggi, yakni PON XX di Papua tahun 2020 mendatang,” ucapnya.

 Dia menambahkan, di PON XX mendatang Bali menargetkan naik tingkat dari posisi keenam menjadi kelima. Untuk mencapai itu, lanjut Suwandi, memang tidak mudah karena persaingan sangat ketat. Tetapi dengan dukungan semua pihak, maka yang berat akan menjadi ringan.

Masih terkait target lima besar di PON Papua mendatang, Suwandi mengatakan bahwa Pemprov Bali juga siap mensupport atlet dalam berlatih melalui penyediaan sarana dan prasarana olahraga. Sementara KONI Bali bersama pengprov cabor berupaya menyiapkan program-program untuk mencapai target lima besar tersebut.

“Karenanya, mari kepercayaan pemerintah kepada kita untuk berprestasi lebih baik lagi di Papua jangan disia-siakan. Gemakan Porprov Bali demi lahirnya atlet-atlet Bali masa depan,” pungkasnya.