Diposting : 9 January 2019 14:00
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Maryoto Subekti
BALI TRIBUNE - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali berharap pengprov cabang olahraga segera membentuk tim bayangan untuk Pra-PON, paling tidak sebelum hajatan Porprov Bali XIV/2019 Tabanan dimulai. Sebab, di tahun 2019 ini banyak event Pra-PON digelar untuk menentukan tiket PON XX/2020 Papua.
 
"Kalau bisa sesegera mungkin. Tapi kami yakin pengprov cabor sudah menyiapkan itu. Karena sudah memiliki pelatda masing-masing dan cara sendiri-sendiri untuk menyeleksi atlet Pra-PON," ujar Wakil Ketua Umum II KONI Bali, Maryoto Subekti, Selasa (8/1).
 
Soal pembentukan tim bayangan itu pula, pihak KONI Bali juga tak ingin pengprov seenaknya dalam menentukan atlet terbaik. Pasalnya, event ini adalah menuju PON dan Bali memiliki target tinggi di PON 2020 mendatang. Tentu saja, KONI Bali wajib mengetahui detail cabor itu seperti apa.
 
"Penentuan atlet itu juga harus dengan data base yang jelas. Misalnya hasil kejurprov atau kejurnas dalam dua tahun terakhir, itu kan semuanya pengprov yang tahu," tegasnya.
 
Kemudian juga, kata Maryoto, jangan sampai ada yang menarget medali, terutama medali emas, tidak tahu dari kategori mana atau nomor apa. "Tentu itu akan dibahas dalam rapat anggota nanti," sebut Maryoto.
 
Sementara dikonfirmasi terpisah, Sekum Pengprov Kodrat Bali, AA Bagus Tri Candra Arkan menjelaskan soal tim untuk Pra-PON, akan dibahas pada rapat internal di hari Minggu (13/1).
 
"Kami sudah memiliki data atlet untuk Pra-PON itu dimana hasil kejurprov 2018 lalu menjadi acuan pertama," ujar Tri Candra Arka.
 
Setelah itu, kapan program latihan akan dilakukan juga akan diketahui setelah rapat nanti. Yang jelas, persiapan awal ini sebagai langkah antisipasi jika Pra-PON untuk cabor tarung derajat dimulai sebelum ajang Porprov Bali 2019.
 
"Kalaupun nantinya Pra-PON setelah Porprov Bali 2019, akan lebih bagus. Jadi kami bisa memantau petarung yang terbaik dari hasil Porprov Bali dan kejurprov," tegasnya.
 
Untuk cabor tarung derajat, nomor yang dipertandingkan yakni 9 kelas tarung putra, 5 kelas tarung putri dan seni gerak.