Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 6 November 2017 20:11
Djoko Purnomo - Bali Tribune
KONI
Keterangan Gambar: 
Wakil Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan (kanan) dan Ketua Umum TI Bali AA Ngurah Lan Ananda.

BALI TRIBUNE - KONI Kota Denpasar tidak menghadiri Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) TI Denpasar, di KONI Bali, Minggu (5/11). Ketidakhadiran KONI Denpasar juga tanpa alasan, padahal menurut ketua panitia pelaksana Ade Iwan Setiawan, pihaknya sudah mengundang KONI Denpasar dalam musorkot dengan agenda utama pemilihan ketua umum itu.

Meski wakil KONI Denpasar absen, justru hal itu tidak dipermasalahkan. "Kami berpikir positif saja, mungkin KONI Denpasar ada kesibukan lain. Tapi saya tegaskan, unsur KONI Denpasar itu hanya sebatas undangan, bukan menentukan sah atau tidaknya musorkot. Yang menentukan sah adalah hadirnya unsur dari pengprov dan dojang selaku pemilik suara," kata Ketum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali AA Lanang Ananda diamini Ade Iwan Setiawan.

Kata Lan, undangan yang diberikan untuk KONI Denpasar itu semata-mata adalah niat baik yang ditunjukkan. Bahkan, pihak panpel juga sudah menyurati KONI Denpasar secara resmi. Selain KONI Denpasar, pihak panpel turut mengundang KONI Bali. Lantas, apa tujuan mengundang KONI Bali yang justru musorkot ini adalah khusus bagi TI Denpasar.

"Jadi begini, kenapa kami mengundang KONI Bali juga karena melihat napak tilas kejadian atau masalah sebelumnya yang menimpa TI Denpasar, kan KONI Bali juga diseret-seret. Nah, kami ingin di musorkot ini semuanya selesai tanpa ada polemik dan tidak ada kelompok-kelompok lainnya," tegas Lan Ananda.

Lalu, apakah ada kekhawatiran nantinya rekomendasi dari KONI Denpasar soal sahnya kepenguraan TI Denpasar periode 2017-2021 ini bakal terganjal? Lagi-lagi Lan Ananda menyebut itu tidak perlu dikhawatirkan. "Surat Keputusan (SK) itu kan dikeluarkan oleh pengprov. KONI Denpasar hanya mengetahui saja, apalagi taekwondo juga bagian dari KONI Denpasar," serunya.

Sementara pihak KONI Bali dalam hal ini diwakili I Gusti Ngurah Oka Darmawan mengatakan, pihaknya tak ada ikut campur atapun menentukan musorkot ini, apalagi intervensi. Versi dia, KONI Bali hanya sebatas undangan. "Karena kami (KONI Bali) sebagai induk organisasi, jadi wajar kami berikan bagaimana sistem-sistem organisasi itu. Ya mudah-mudahan tidak ada permasalahan lainnya ke depan. Kami juga berharap pengurus yang baru konsen dalam pembinaan dan menelurkan prestasi bagi Denpasar dan tentunya untuk Bali," tandas Oka Darmawan yang juga Bidang Organisasi KONI Bali ini.