Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 24 October 2017 20:22
Redaksi - Bali Tribune
wisata
Keterangan Gambar: 
Para Konjen Uni Eropa, yang Senin kemarin mengunjungi Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

BALI TRIBUNE - Gubernur Made Mangku Pastika, Senin (23/10) menerima kunjungan para Konsul Jenderal Negara Uni Eropa di Bali dipimpin Kepala Deputi Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darusalam, Charles-Michel Geurts.

Menjawab pertanyaan tamunya, Gubernur Pastika menyatakan bahwa manajemen bencana di Bali sangat bagus, dan senantiasa sigap menangani korban jika sewaktu-waktu bencana terjadi. Gubernur juga menyampaikan bahwa Bali masih aman dikunjungi di tengah naiknya aktivitas Gunung Agung hingga level awas.

Menurut Gubernur Pastika, saat ini Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Bali dan Kabupaten Karangasem telah bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upaya menghadapi berbagai kemungkinan terburuk dari dampak bencana Gunung Agung jika jadi meletus.

“Berbagai upaya kontigensi plan telah kami siapkan jika Gunung Agung jadi meletus. Sejumlah rumah sakit serta ambulans juga sudah siap, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jelasnya yang dalam kesempatan itu turut juga didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya, Kepala Dinas Pendidikan Bali TIA Kusuma Wardhani, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Jayadi Jaya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Putu Astawa, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikutura dan Perkebunan Ida Bagus Wisnuwhardana, Kepala Dinas Kebudayaan Dewa Putu Beratha, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra.

Ia juga menambahkan jika daerah terdampak bencana berada dalam radius 12 km dari Gunung Agung, jadi banyak tempat wisata di Bali yang sangat aman oleh dampak bencana tersebut. Untuk itu Ia menjamin keamanan warga negara Uni Eropa yang bermukim ataupun berlibur di Bali.

Hal lain yang terkuak dalam pertemuan tersebut adalah masalah pariwisata. Sesuai dengan pertanyaan ketua rombongan, Pastika menyampaikan terdapat beberapa tantangan dalam dunia pariwisata di Bali.

“Masalah infrastruktur menjadi yang utama. Kami ingin membangun bandar udara lagi, karena Bandar Udara Ngurah Rai sampai saat ini sudah krodit menangani banyaknya wisatawan,” jelasnya.

Selain bandara, hal lain yang menjadi perhatian Pemprov Bali, sebut Pastika, adalah infrastruktur berupa jalan seperti under pass, shortcut dan jalan penunjang fasilitas wisata.

Pastika juga menyatakan tidak ingin Bali menjadi mass tourism atau wisata massal, tapi menginginkan Bali menjadi wisata kelas dunia yang berkualitas.

Sebelumnya Charles-Michel Geurts menanyakan tentang keamanan Bali terkait dengan aktivitas Gunung Agung yang semakin meningkat. Hal itu menurutnya sebagai bentuk tanggung jawabnya, mengingat begitu banyak warga negara dari Uni Eropa yang menetap ataupun berwisata di Bali.

Warga negara Uni Eropa berjumlah sekitar 500 juta jiwa dan sekitar 10 persennya menjadikan Bali sebagai destinasi wisata favorit. Untuk itu Ia berharap pemerintah pusat maupun Bali bisa menjamin keamanan warganya di sini.

Ditambahkannya, Pemprov Bali juga diharapkan selalu berkoordinasi dengan konjen-konjen yang ada di Bali terkait kondisi Gunung Agung terbaru, agar para konjen juga bisa memperingatkan warganya. Ditambahkannya, dalam bidang pariwisata, pihaknya ingin menjajaki berbagai kemungkinan kerja sama, untuk itu Ia berharap bisa diadakan pertemuan lebih lanjut dan lebih detail untuk membahasnya. Ke depan pihaknya juga berharap, kerjasama bisa terus terjalin antara Indonesia khususnya Bali dengan negara-negara Uni Eropa.