Diposting : 12 June 2019 14:55
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bali Tribune/ Kornelis Kwangu Langu
balitribune.co.id | Denpasar - Satu-satunya petinju wakil Bali di pelatnas tinju Indonesia, Kornelis Kwangu Langu menyabet perunggu untuk Indonesia pada kejuaraan tinju internasional bertajuk China Open yang berakhir Minggu, (9/6) lalu.
 
Petinju spesialisasi kelas layang (49 kg) itu menyabet medali tersebut setelah di babak semifinal harus mengakui kekuatan petinju Kazakstan. Kendati demikian, prestasi itu setidaknya kini menambah deretan prestasinya di tinju amatir level internasional.
 
“Pastinya Kornelis meraih perunggu menjadi penilaian tersendiri bagi para pelatih pelatnas Indonesia yang kini tengah melakukan Training Camp (TC), di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata kepala pelatih pelatnas tinju Indonesia, IGM. Adi Swandana, Selasa (11/6).
 
Diutarakan pelatih kepala asal Bali itu, Kazakstan memang merupakan negara dengan petinju amatir muda yang tangguh. Meski demikian, kekalahan dari petinju negara itu, menjadi evaluasi tersendiri untuk perbaikan yang lebih baik lagi bagi Kornelis ke depannya.
 
“Pastinya itu menjadi bahan evaluasi bagi para pelatih tinju pelatnas dan pembenahan bagi petinju itu sendiri. Jadi Kornelis juga harus memperbaiki apa yang kurang dan apa yang lemah di China Open tersebut, untuk lebih disempurnakan,” tambah Adi Swandana yang juga Bintek Pengprov Pertina Bali tersebut.
 
Dijelaskan pria yang juga owner Sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC) Denpasar itu, kondisi fisik dan performa Kornelis sendiri kini tetap stabil, namun tetap harus ditingkatkan. Pasalnya, Kornelis bakal menghadapi kejuaraan tinju level internasional juga bertajuk Presiden Cup, yang bakal dihelat akhir Juli mendatang di Komodo, Kupang NTT.
 
“Masih ada waktu untuk menambah kualitas fisik, teknik dan kemampuan Kornelis jelang turun di Presiden Cup. Tapi semuanya juga kembali kepada besar dan kecilnya tekad Kornelis sendiri dalam mengejar prestasi di Presiden Cup nanti. Pasalnya di pelatnas segala prestasi, naik atau turunnya performa menjadi penilaian sendiri terhadap layak atau tidaknya masuk tim inti SEA Games Indonesia nantinya,” pungkas Adi Swandana.