Diposting : 25 May 2019 03:15
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/pam - Petugas BPBD mengevakuasi warga yang terjebak banjir Kamis (23/05/2019) malam.

Balitribune.co.id | Negara - Hujan deras yang menguyur Kota Negara dan sekitarnya selama kurang lebih empat jam pada Kamis (23/05/2019) menyebabkan sebagian wilayah kota terendam banjir. Hingga Jumat (24/05/2019) tidak sedikit kendaraan yang mogok dan banyak warga terpaksa dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Jembrana dan Yonif 741/GN.

Meluapnya aliran sungai maupun drainase menyebabkan kawasan permukiman warga di sekitarnya terendam. Bahkan banjir pada Kamis malam selain merendam rumah warga juga menyebabkan terganggunya arus lalu lintas Jawa-Bali hingga kerusakan infrastruktur. Berdasarkan pantauan, debit air mulai meningkat pukul 18.00 Wita. Dan, semakin malam, debit air semakin membesar.

Luapan air menggenangi sejumlah wilayah permukiman warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai maupun saluran drainase di Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana. Bahkan, arus lalu lintas di Jalur nasional Denpasar-Gilimanuk sempat terganggu. Sementara, kantor PDAM dan KPU Jembrana Jalan Kunti, Negara, terendam air hingga mencapai ketinggian satu meter.

Bahkan luapan air masuk hingga ke rumah warga. Tidak banyak harta benda yang bisa diselamatkan. “Ini paling parah sampai dada orang dewasa, satu tempek semua kena. Kami hanya bisa menyelamatkan diri saja, semuanya terendam,” ujar Made Yastita (50), warga Kaliakah. Untuk mengakses ke permukiman warga dan melakukan evakuasi, BPBD harus menerjunkan rubber boat atau perahu karet.

Sejumlah infrastruktur rusak akibat terjangan banjir. Data yang diperoleh dari Rupusdalops BPBD Jembrana, tujuh desa terdampak banjir. Sementara, di Kaliakah 40 KK terdampak luapan Sungai Rumojo termasuk kerusakan tiga pelinggih dengan kerugian material mencapai Rp136 juta. Sedangkan luapan Tukad Ijogading menyebabkan 66 KK di Loloan Barat, dan 47 KK di Loloan Barat terdampak .

Sejumlah ternak milik penduduk juga terhanyut banjir. Di Tegal Badeng Timur, satu KK terdampak dengan kerugian mencapai Rp20 juta. Luapan Tukad Ijogading juga menyebabkan 12 KK di Baler Bale Agung terdampak serta akses jalan kabupaten jebol dan terputus. Sementara, di Banjar Tengah terdapat delapan KK terdampak banjir. Begitu pula di Kelurahan Pendem, ada delapan KK terdampak.

Kerusakan terparah adalah rumah Mangku Pura Dalem Desa Pakraman Kertha Jaya Pendem, Gede Purwita (47) dan Pura Taman Beji Satria di bantaran Sungai Ijogading luluh lantak diterjang banjir. Sementara, kerugian akibat dampak banjir ini mencapai Rp617 juta lebih. Imbas dari banjir, sejumlah wilayah mengalami kesulitan air bersih. Sumur warga menjadi kotor, tercemar dan bau.

“Sumur warga semua kotor tercemar dan bau, kami untuk MCK saja kami kesulitan,” ujar warga Kaliakah, Kadek Puspa (25). Sementara, instansi terkait seperti Kodim 1617/Jembrana, BPBD, Dinas Sosial, camat dan lurah/perbekel, telah melakukan rapat untuk penanganan banjir di dua kecamatan itu. Demikian dikatakan oleh Asisten II Setda Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya.

 Dia menerangkan, dalam rapat diputuskan, selain penyaluran bantuan logistik dari BPBD untuk warga terdampak banjir, pemerintah daerah juga akan memikirkan langkah dan upaya ke depan untuk mengantisipasi adanya luapan air di wilayah yang memang menjadi langganan banjir. “Yang mendesak akan dilakukan penyaluran bantuan logistic bagi warga yang terdampak,” ujarnya.

Sementara untuk perbaikan insfrastruktur, akan dilakukan perbaikan darurat. “Kalau akses jalan yang putus di BB Agung, kami tangani secara darurat dulu. Tapi secara umum untuk ke depannya nanti akan dipikirkan perencanaannya termasuk dari Bappeda. Banjir ini karena debit air di hulu meningkat karena hujan sedangkan saluran air mengalami sedimentasi sehingga meluap,” tandasnya. (*)