Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 11 July 2018 22:24
Arief Wibisono - Bali Tribune
GM Pelindo III Benoa, I Wayan Eka Seputra.
Keterangan Gambar: 
GM Pelindo III Benoa, I Wayan Eka Seputra.
BALI TRIBUNE - Trend kunjungan kapal pesiar ke Bali tiap tahunnya menunjukkan peningkatan yang signifikan merupakan sinyal positif untuk pertumbuhan wisatawan berkualitas dan berkelas. Dampaknya, akan timbul multi-player effect bagi pelaku industri pariwisata Bali mulai dari akomodasi (hotel,  restoran), toko oleh-oleh, pengrajin, produk kuliner, angkutan wisata dan jasa atraksi wisata dan lain-lain.
 
Hal ini ditandai dengan jumlah kunjungan kapal pesiar (cruise) ke Pelabuhan Benoa terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Tentu saja ini pertanda  Bali menjadi salah destinasi pilihan utama wisatawan kapal pesiar. Bahkan hingga pertengahan tahun 2018 ini jumlah kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Benoa sudah berjumlah 39 kapal dari target 80 kapal pesiar mewah dari berbagai negara hingga akhir tahun 2018 ini. "Sampai Juni ini sudah ada kunjungan 39 kapal pesiar dengan jumlah penumpang 39.277 wisatawan. Sampai akhir tahun ini kami optimis target kunjungan 80 kapal pesiar dapat tercapai malah terlampaui," kata General Manager PT Pelindo III (Persero) Cabang Benoa, I Wayan Eka Seputra saat ditemui di kantornya, Selasa (10/7).
 
Di tengah kondisi ketidakpastian erupsi Gunung Agung Karangasem, imbuh Eka Saputra, kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa tetap tinggi. Bahkan kondisi erupsi tersebut tidak mempengaruhi jadwal kunjungan kapal pesiar ke pelabuhan ini. "Memang sempat ada cancel atau pembatalan kunjungan 4 kapal pesiar. Tapi itu  karena kejadian bom di Surabaya. Tidak ada cancel karena aktivitas erupsi Gunung Agung," terang Eka Saputra.
 
Sebagian besar kapal pesiar yang masuk ke Pelabuhan Benoa berbendera Bahamas, Malta dan United Kingdom. Dengan lama waktu berlabuh dan bersandar rata-rata 24 jam, maka penumpang kapal pesiar memiliki cukup waktu untuk berkeliling di sekitar daerah favorit wisata utama antara lain kawasan Kuta, Seminyak, Ubud, Nusa Dua dan Canggu."Tingkat pengeluaran wisatawan kapal pesiar ini juga biasanya lebih tinggi. Namun memang lenght of stay atau lama tinggal mereka cenderung singkat. Rata-rata hanya satu hari saja. Pagi kapal datang, sore atau malam wisatawan sudah kembali menuju destinasi lain," ujar Eka Saputra.
 
Dengan kondisi tersebut harus ada upaya bersama untuk meningkatkan lenght of stay wisatawan kapal pesiar dan kualitas pelayanan di Pelabuhan Benoa. Untuk itu Pelindo III Benoa terus menambah fasilitas pelabuhan misalnya perluasan di terminal penumpang internasional serta mempercantik designnya disamping juga pendalaman alur.
 
"Saat ini kapal pesiar yang bisa bersandar maksimal panjangnya 260 meter. Dengan panjang dermaga 360 meter lalu ada pendalaman draf dari 9 meter menjadi 12 meter maka ke depan kapal besar bisa datang. Tentu ini akan menambah jumlah kunjungan wisatawan kap pesiar ke Pelabuhan Benoa dan Bali pada umumnya," terang Eka Saputra sembari mengatakan berbagai fasilitas juga akan dilengkapi.