Bali Tribune, Selasa 12 Desember 2017
Diposting : 23 November 2017 20:08
Redaksi - Bali Tribune
abu vulkanik
Keterangan Gambar: 
Turis asing masih membludak banjiri Kuta pasca kondisi Gunung Agung menyemburkan abu vulkanik.

BALI TRIBUNE - Ancaman erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali, masih terus membayang-bayangi dunia pariwisata ‘gumi keris’ Badung. Pasalnya, apabila gunung terbesar di Pulau Dewata tersebut benar memuntahkan isi perutnya, maka pariwisata Badung pasti akan kena dampak.

Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra, meyakinkan bahwa Bali terlebih di wilayah Kuta masih sangat aman. Karena jauh dari radius rawan bencana dari Gunung Agung. Diketahuinya bahwa Gunung tertinggi di Bali itu sempat menyemburkan abu vulkanik pada Selasa (21/11) sore. Namun pihaknya tetap meyakini Bali masih aman untuk dikunjungi.

Ia pun mengaku masih terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan Gunung Agung kepada agen-agen perjalanan wisata di luar negeri. "Kami akan terus menginformasikan secara terkini (up to date) perkembangan Gunung Agung kepada agen-agen perjalanan wisata di luar negeri, bahwa destinasi wisata di Bali umumnya dan Badung khusunya masih aman dikunjungi," tegasnya.

Pihaknya juga mengirim rilis ke agen perjalanan wisata di India yang juga menjadi target pasar kunjungan wisatawan asal negeri " bollywood " ke Badung ini, agar tidak khawatir berlebihan dengan aktivitas kegempaan Gunung Agung.

“Aktivitas Gunung Agung yang mengeluarkan abu vulkanik ini menjadi isu sensitif bagi wisatawan India, sehingga kami mengirim rilis kepada agen perjalanan wisata setempat bahwa Pulau Bali masih aman untuk dikunjungi,” kata Badra.

Untuk kunjungan wisatawan asal Eropa ke Badung, kata Badra, sampai saat ini masih ramai dan mereka tetap antusias berlibur di Bali yang memiliki keunikan adat, budaya dam panorama alamnya yang indah. Pihaknya mengharapkan, tidak ada hal-hal yang menghambat target ini akibat faktor "force majeure" atau kejadian luar biasa yang ekstrem, seperti bencana alam, kriminal, teroris, dan kejadian tak terduga lainnya.

Laporan yang diterimanya untuk saat ini (kemarin,Red), sudah ada sekitar 29 flight per jam. Bahkan kata dia bulan depan sudah bisa 35 flight per jam. Hingga saat ini kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Badung sudah menembus angka 4,9 juta jiwa sejak Januari hingga 31 Oktober 2017.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, AA Gede Yuniartha Putra juga mempertegas suasana di Bali masih normal. Wisatawan pun masih melakukan aktivitas liburannya seperti hari-hari biasa. "Kami berkomitmen memberikan pelayanan optimal kepada wisatawan khususnya yang terdampak Gunung Agung agar sektor pariwisata di Bali tetap berjalan secara normal," tegasnya.

Dikatakan Yuniartha hingga sekarang ini belum ada travel advisory setelah Gunung Agung menghembuskan abu. "Kemarin itu bukan meletus. Bagaimana kita menyampaikan ini kepada wisatawan supaya wisatawan paham betul," ujar Yuniartha.

Disisi lain, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan jika nantinya terjadi erupsi wisatawan jangan sampai terbengkalai. Terkait mitigasi dan evakuasi terhadap para wisatawan yang sedang berada di Bali akan diatur bersama Kementerian Pariwisata. "Kita industri pariwisata Bali, hotel, pemandunya siap mengevakuasi wisatawan," katanya.

Ditanya terkiat apakah ada wisatawan mendadak check out dari hotel tempatnya menginap dan kembali ke negaranya akibat Gunung Agung mengeluarkan abu hitam dia mengatakan tidak ada hal yang demikian. "Ada memang wisatawan yang bertanya ke staf hotel terkait hal itu, namun pihak kami telah menjelaskan kondisi sebenarnya. Ibaratkan itu benda panas tersiram air secara otomatis akan mengeluarkan asap, begitu juga dengan kondisi Gunung Agung. Wisatawan pun mengerti dengan penjelasan tersebut," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Communication & Legal Section Head Bandara Internasional Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim juga menegaskan hingga saat ini belum terdampak signifikan terdapat aktivitas penerbangan di bandara. Pihaknya mengakui jika kemarin (21/11) adanya isu pembatalan penerbangan Lombok-Denpasar yang dikarenakan abu Gunung Agung. "Masih normal lancar, kami sudah mengaktifkan Emergency Operation Center (fungsi pengambil keputusan) sebagai bentuk keseriusan airport untuk hal-hal yang tidak diduga terjadi," jelas Arie.

Sementara itu Managing Director Indonesia Tourism Development Center (ITDC) Nusa Dua, Wayan Karioka mengatakan pasca Gunung Agung mengeluarkan abu hitam panitia IMF-WB 2018 belum memberikan informasi perubahan tempat meeting yang akan melibatkan belasan ribu peserta tersebut.

"Rencana pelaksanaan sidang World Bank-IMF yang akan berlangsung di Nusa Dua itu yang sering ditanyakan korelasinya terhadap Gunung Agung. Kami tetap melakukan koordinasi dengan panitia pusat terkait perkembangan kondisi Gunung Agung terus kita laporkan. Tidak ada informasi perubahan berarti yang kita terima dari panitia pusat," beber Karioka.