Diposting : 6 March 2017 11:09
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Untuk keperluan isi logistik dan BBM, salah satu kapal patroli cepat TNI AL, KRI Hiu-634 yang dilibatkan dalam pengamanan laut terkait kunjungan Raja Salman di Bali, merapat di dermaga timur Pelabuhan Benoa. (jok)

Denpasar, Bali Tribune

Sejak awal Maret 2017 lalu, ratusan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) dari Lanal Denpasar dikerahkan untuk menyisir keamanan laut di seluruh perairan Bali, termasuk melakukan sterilisasi perairan Nusa Dua, tepatnya di sekitar kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Di tempat itu, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud beserta rombongan yang berjumlah sekitar 1.500 orang menginap selama berlibur di Bali. “Untuk mengamankan wilayah laut, khususnya perairan Nusa Dua, kami mengerahkan dua unit rubber boat, KAL Tanjung Pandangan dan KAL Badung,” jelas Danlanal Denpasar, Kolonel Laut (P) GB Oka, di Mako Lanal Denpasar, Minggu (05/03/2017).

Selain itu disertakan pula satu unit speed boat, combat boat, sea rider, dan, camaran. Juga dua kapal perang di bawah kendali Gugus Kamla Armatim yaitu KRI Hiu-634 dan KRI Sura-802. Kapal itu diperbantukan ke Lanal Denpasar sebagai Subsatgaspam Pelabuhan atas perintah Pangarmatim. KRI Hiu-634 merupakan kapal kedua dari kapal perang jenis kapal cepat kelas Todak milik TNI AL.

Minggu (05/03/2017), kapal tersebut merapat di dermaga timur Pelabuhan Benoa untuk keperluan mengisi logistik dan BBM. KRI Hiu-634 yang dikomandani Mayor Laut (P) Sayid Hasan Hutagalung, bertugas sebagai armada patroli cepat sebagai kapal perang anti kapal permukaan. KRI Hiu merupakan kapal kedua dalam seri FPB-57 Nav V yang dibangun sepenuhnya oleh PT PAL Surabaya.

Dilengkapi dengan berbagai jenis persenjataan juga dua rudal permukaan ke permukaan C-802 buatan Tiongkok dengan jangkauan maksimal sekitar 130 km, perangkat perang elektronik DR-3000 intercept dan peluncur Dagie Decoy RL untuk mengecoh rudal musuh. Termasuk, satu meriam Bofors SAK 57/70 kaliber 57 mm dengan jangkauan 17 km untuk target permukaan.

Kemudian, satu meriam Bofors SAK 40/70 kaliber 40mm dengan jangkauan 12 km untuk target permukaan dan udara, serta dua kanon penangkis serangan udara Rheinmetall kaliber 20 mm dengan jangkauan 2 km untuk target udara. Sedangkan, KRI Sura–802 merupakan kapal patroli jenis FPB-57 generasi pertama bikinan PT PAL yang dikomandani Mayor Laut (P) Romi Habe Putra.*