Diposting : 21 August 2017 20:38
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
FASHION SHOW
Keterangan Gambar: 
FASHION SHOW - Endek Fashion Show yang digelar diareal Pameran Iknra Jembrana 2017 diikuti puluhan peserta. Sejumlah peserta masih merasa grogi.

BALI TRIBUNE - SELAIN memperkenalkan kuliner tradisional Jembrana, Pameran Industri dan Kerajinan (Inkra) Jembrana 2017 yang telah berlangsung sejak Sabtu (12/8) juga dijadikan sebagai ajang untuk memperkenalkan kain tenun khas Jembrana.

Tidak hanya ditampilkan dalam bentuk pajangan di sejumlah stand pameran di areal parkir Kantor Bupati Jembrana, kain tenun khas Jembrana juga  ditampilkan dalam bentuk rancangan busana salah satunya yang diperagakan dalam fashion show. Seperti fashion show yang digelar Sabtu  (19/8) sore yang diikuti puluhan peserta baik dari kalangan pelajar maupun karyawan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana, Made Gde Budhiarta menyebutkan jumlah keseluruhan yang mengikuti fashion show kali sebanyak 58 peserta. Jumlah tersebut diabagi menjadi dua kategori pergaaanmasing-masing kategori remaja sebanyak 22 peserta serta kategori dewasa sebanyak 36 peserta. “Seleruh peserta fashion show dinilai tiga dewan juri yang handal dibidangnya yaitu Dwi Iskandar (Penasehat Indonesian Fashion Chamber), Weda Githa (Ketua Pelaksana Bali Fashion Trend) dan Sri Kumalawati (Praktisi Kecantikan) dengan memperebutkan hadiah total Rp 25 juta” jelas mantan Kabag Humas Protokol Setda Kabupaten Jembrana.

Di hadapan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir menyaksikan bersama Ny. Ani Setiawarini dan Sekda Made Sudiada serta sejumlah pejabat pimpinan OPD Pemkab Jembrana dan ratusan penonton, Budiartha juga menyatakan di era sekarang ini harus ada paradigma baru dalam memperkenalkan kain khas yang tidak hanya cukup dipajang atau dipamerkan saja namun juga harus bisa ditampilkan dalam bentuk trend mode terkini terlebih jika bisa mengikuti trend fashion internasional. Harapannya dengan fashion show akan memancing pembeli untuk membeli kain tenun Jembrana lebih banyak. “Selain itu dengan fashion show akan timbul kreatifitas diantara perancang busana lokal Jembrana” harap Mantan Camat Pekutatan ini.

Sementara itu sejumlah peserta fashion show justru banyak yang merasa grogi terlebih banyak peserta yang tampil diatas catwalk baru pertama kali mengikuti fashion show. Seperti yang dirasakan oleh Bayu Perdana (20), salah seorang peserta yang mengikuti kategori dewasa. MC di Subag Protokol Pemkab Jembrana ini mengaku merasa grogi karena baru pertama kali mengikut fashion show. Meskipun sering tampil di depan umum, namun pegawai kontrak ini tetap merasa grogi. “Merasa grogi karena ini pertama kalinya ikut, cara berjalannya berbeda dengan kebiasaan sehari hari dan gaya berjalan jelas harus dirubah. Satu satunya cara, latihan yang serius dan mencontoh peserta lain yang tampil duluan” ujar lajang yang yang tampil berpasangan dengan salah satu karywati rekan sekantornya.

Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri dengan berbagai kreteria penilaian dan pertimbangan, event fashion show kali ini dimenangkan oleh pasangan peserta perwakilan SMA Negeri 1 Melaya yang berhasil meraih jura satu kategori remaja. Sedangkan pada kategori dewasa keluar sebagai juara pertama adalah pasangan peserta perwakilan BNI Negara. Selain melalui ivent fashion show, Pemkab Jembrana juga melakukan promosik kain tenun Jembrana dengan mengikuti berbagai ajang baik di Bali bahkan hingga luar negeri seperti event INACRAF, APKASI, DEKRANA serta event diluar negeri seperti Handmade Korea 2017 yang digelar beberapa waktu lalu. Dengan memberikan kesempatan pengerajin lokal Jembrana mengikuti event seperti itu siharapkan, dapat menambah wawasan, pengalaman serta pengetahuan para pengerajin terkait dengan produk, kemasan, dan pemasaran sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran.