Bali Tribune, Selasa 17 Juli 2018
Diposting : 29 December 2017 21:45
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Nataru
Keterangan Gambar: 
BALIK - Wisatawan yang berlibur di Bali kini memilih balik ke Jawa lebih awal karena takut terjebak kemaceta saat berakhirnya liburan akhir tahun beberapa hari lagi.

BALI TRIBUNE - Kendati mengalami lonjakan sejak memasuki masa liburan sekolah beberapa waktu lalu, namun jumlah pengguna jasa yang masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk justru lebih rendah dibandingkan saat masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2016 lalu.

Dalam kurun waktu sama pada angkutan liburan Nataru tahun lalu, arus pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali  yang telah masuk Bali melalui jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk sejak H-7 Senin (18/12) hingga H+2 Natal Rabu (27/12) diketahui masih turun 7 persen. Justru pada trip sebaliknya, dibanding tahun lalu selama 10 hari tersebut pada tahun ini terjadi peningkatan 4 persen pada jumlah pengguna jasa penyeberangan yang meninggalkan Bali Bali dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Gilimanuk.

Berdasarkan data angkutan Nataru dari PT ASDP Indonesia Ferry Unit Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, jumlah pengguna jasa yang diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk pada H-7 hingga H+ 2 Natal tahun 2017 inimasing-masing tercatat sebanyak 277.277 orang penumpang dengan 18.990 unit kendaraan roda dua dan 43.681 unit kendaraan roda empat.  Sedangkan jumlah pengguna jasa yang memasuki Bali dalam kurun waktu yang sama yakni pada H-7 hingga H+2 Natal 2016 lalu ada masing-masing sebanyak 299.606 orang penumpang dengan 23.321 unit kendaraan roda dua dan 45.759 unit kendaraan empat.

Manager Usaha PT ASDP Inodoenseia Ferry Unit Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Heru Wahyono dikonfirmasi, Kamis (28/12), tidak menampik kondisi menurunnya pengguna jasa menuju Bali tahun ini kendati memang mengalami lonjakan dibandingkan hari-hari biasanya. Jika dibandingkan antar arus masuk Bali selama H-7 hingga H+2 Natal tahun 2017 dengan kurun waktu yang sama pada Angkuatan Nataru tahun 2016, jumlah penumpang mengelami penurunan hingga 7 persen. Kondisi serupa juga terjadi pada pengguna jasa dengan kendaraan roda dua yang mengalami penurunan 19 persen dan kendaraan roda empat yang juga mengalami penurunan 5 persen. Sebaliknya pengguna jasa yang diseberangkan dari Pelabuhan  Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapangselama H-7 hingga H+2 Natal tahun ini, telah diseberangkan sebanyak 270.086 orang penumpang dengan 22.863 unit kendaraan roda dua dan 41.252 unit kendaraan roda empat. Sementara dalam kurung waktu sama pada liburan Nataru tahun lalu, hanya ada sebanyak 259.407 orang penumpang dengan 20.761 unit kendaraan roda dua dan 40.080 unit kendaraan roda empat yang diseberangkan keluar Bali atau ke Pelabuhan Ketapang.

Menurutnya, secara persante penumpang yang menyeberang ke Ketapang selama H-7 hingga H+2 Natal tahun ini mengalami peningkatan 4 persen dibanding tahun lalu. Begitupula pada sepeda motor yang juga meningkat 10 persen, dan kendaraan roda empat meningkat 3 persen. Namun dengan perbandingan itu, ia mengaku kunjungan kebali masih tetap ramai. “Memang masih turun dibanding tahun lalu. Tetapi untuk roda empat, penurunnya hanya 5 persen. Kami rasa, tetap ramai orang liburan ke Bali,” ungkapnya. 

Dari perbanding jumlah antara pengguna jasa yang masuk Bali dengan keluar Bali selama H+7 hingga H+2 Natal tahun ini masih lebih tinggi arus masuk Bali. Karena ia mengasumsikan penumpang masuk Bali itu didominasi wisatawan yang memang berlibur ke Bali. “Roda empat terutama jenis bus yang kebanyakan keluar Bali sejak beberapa hari terakhir ini, kebanyakan adalah rombongan wiatawan anak-anak sekolah ke Bali yang sudah mulai balik kembali ke Jawa,” ungkapnya.

Ia memastikan arus penyeberangan selama H-7 hingga H+2 Natal tahun ini, semua masih lancar diseberangkan kendati terjadi peningkatan arus penumpang keluar Bali dibanding tahun lalu. Begitupula juga tidak ada penumpukan maupun antrean kendaraan pad arus pengguna jasa yang masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Pihaknya menyatakan masih melakukan operasi normal yakni dengan mengoperasikan 32 kapal.