Diposting : 16 May 2019 23:34
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ Nengah Dwi Madya Yani
balitribune.co.id | Bangli - Caleg incumbent Nengah Dwi Madya Yani sudah memastikan diri lolos sebagai calon DPRD Bangli periode 2019-2024 dari PDI Perjuangan. Politik dari Lingkungan Sedit, Kelurahan Bebalang, Bangli ini lolos untuk yang ketiga kalinya. Keberhasilanya dalam pemilu tidak terlepas dari dukungan pihak keluarga.
 
Dalam pemilu 17 April lalu, Madya Yani berhasil raup suara 2.777 untuk Dapil Bangli I (Bangli). Mengawali karir di dunia politik sejak 2002, membuat dirinya cukup percaya diri bersaing dengan caleg lainya. Meski keterwakilan caleg perempuan di Bangli terbilang masih minim. Madya Yani menyebutkan pada pemilu 2009, ada 4 caleg perempuan yang berhasil lolos, yakni Ni Kembar, Komang Giri Sukariani, Ni Nyoman Suartini, dan termasuk dirinya. Kemudian pada pemilu 2014 lalu hanya ada dua caleg perempuan yang lolos, Madya Yani sendiri bersama Putu Sri Agustini.
 
Menurut istri dari I Wayan Marditha ini pemilih celeg perempuan belum bisa total, karena para perempuan memilih mengikuti pilihan suaminya dan tidak memilih caleg perempuan. “Perempuan pilih perempuan belum bisa total di Pileg, karena suami bisa mempengaruhi pilihan istrinya,” ungkapnya Selasa (14/5). Disinggung terkait kendala menjadi seorang caleg, Madya Yani mengataka gerak perempuan di lapangan kurang gesit dibandingkan caleg laki-laki.
 
Selain itu ada faktor lainya yang juga mempengaruhi caleg perempuan sehingga tidak maksimal bergerak. “Sebagai seorang perempuan tentu ada tanggungjawab di dalam keluarga, jadi sebelum ke masyarakat tentu harus menjalankan kewajiban sebagai seorang istri,” terangnya.
 
Disisi lain, Madya Yani sebelumnya menggeluti dunia seni, namun akhirnya terjun ke dunia politik yang disebut-sebut tidak kenal lawan maupun kawan ini. Madya Yani mengaku tertarik ke dunia politik lantaran suami dan keluarga adalah orang-orang politik. Seringnya membicarakan masalah politik membuat dirinya tertarik. “Secara tidak langsung, membuat saya tertarik terjun ke politik. Saat itu ada ketentuan pemenuhan kuota 30 persen untuk perempuan. Karena ada peluang, kemudian keluarga mendukung maka saya putuskan untuk ikut serta dalam pemilu melalui PDI Perjuangan,” tuturnya.
 
Pihaknya mengaku bersyukur masih diberikan kesempatan oleh masyarakat untuk duduk sebagai wakil raykat. Tentu kedepanya pihaknya akan bekerja dengan optimal untuk menyalurkan dan mengawal aspirasi masyarakat. “Kami bersyukur masih dipercaya untuk mengawal aspirasi masyarakat,” imbuhnya.
 
Sementara itu, untuk Pemilu 2019 ini Bangli meloloskan dua caleg perempuan, selain Madya Yani ada juga caleg dari Dapil Bangli 2 (Susut) yakni Ni Wayan Indrawati. Kedua caleg ini sama-sama dari partai besutan Megawati Soekarno Putri. Untuk Wayan Indrawati atau yang lebih akrab disapa Novi merupakan new comer. Lulusan kebidanan ini baru pertama kali bertarung dalam pemilu dan langsung lolos sebagai calon anggota DPRD Bangli. Wayan Indrawati sendiri berhasil peraup suara 1.305.