Diposting : 9 July 2018 23:10
I Wayan Sudarma - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Wabup Sutjidra berbincang-bincang dengan salah seorang peserta lomba memasak Ikan Patin yang digelar serangkaian penutupan Twin Lake Festival di Wantilan Danau Buyan Buleleng, Sabtu (7/7) akhir pekan kemarin.
BALI TRIBUNE - Gelaran Twin Lake Festival (TLF) yang digelar Pemkab Buleleng telah usai, Sabtu (7/7) akhir pekan kemarin. Sebagai penutup dilangsungkan Lomba Memasak Ikan Patin antar kecamatan se-Kabupaten Buleleng.
 
Bertempat di Wantilan Danau Buyan, Ketua Panitia Lomba Ir. Made Arnika mengatakan, lomba yang untuk pertama kalinya itu bertujuan untuk mengenalkan komoditi ikan patin kepada masyarakat Buleleng.
 
Dia menambahkan, dipilihnya ikan patin sebagai olahan lomba masak dikarenakan ikan dimaksud memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.
 
“Bahkan melebihi komoditi lele dan juga untuk mengetahui inovasi dan kreatifitas hasil masakan dari para peserta,”terangnya.
 
Adapun pada lomba dimaksud, panitia memberikan waktu kepada masing-masing peserta 3 jam untuk mengolah sekaligus siap dihidangkan guna dinilai para juri.
 
Sementara itu, menurut salah seorang peserta asal Kecamatan Busungbiu, Wayan Jenaka, tantangan pada lomba ini terletak pada cara mengolah ikan patin agar tidak berbau amis.
“Agar tidak amis, butuh bumbu-bumbu yang lebih banyak dibanding memasak jenis ikan lainya,” kata Jenaka sembari menyebutkan olahan Ikan Patin bisa untuk Pepes, Soup Ikan dan Tum.
 
Saat lomba tampak hadir Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Selain memberikan motivasi, Wabup berkesempatan mencicipi sate lilit berbahan Ikan Patin.
“Nah ini baru tukang patus Buleleng, sate lilitnya enak dan bumbunya pas,” ucap Sutjidra.
 
Setelah dilakukan penilaian, tampil sebagai Juara I adalah, Kecamatan Sukasada disusul Juara II, Kecamatan Seririt dan Kecamatan Sawan pada posisi Juara III.