Diposting : 2 May 2017 19:49
Agung Samudra - Bali Tribune
penjor
Keterangan Gambar: 
PENJOR - Jejeran penjor serangkian Lomba Penjor sambut HUT Kota Bangli ke- 813 tahun 2017.

BALI TRIBUNE - Serangkian memeriah HUT ke 813 Kota Bangli, berbagai lomba dilaksanakan. Salah satunya lomba penjor. Namun, di balik dilaksanakannya lomba penjor ini membuat resah dan gelisah para pejabat eslon II dan III. Pasalnya sedikit saja terpeleset, pejabat dinonjobkan. Seperti yang terjadi pada lomba penjor beberapa tahun lalu, seorang Kadis terlempar gara-gara penjor yang dibuat kurang ngejreng atau dibuat asal-asalan.

Lomba penjor kali ini diikuti seluruh OPD, camat, lurah, BUMD, dan perbekel se-Kabupaten Bangli. Oleh para peserta, pemasangan penjor sudah mulai dilakukan sejak Jumat lalu. Sesuai lokasi yang telah ditentukan panitia, penjor dipasang berjejer di Lapangan Kapten Mudita, depan monument Kapten Mudita dan di depan kantor Bupati Bangli. Rencananya penilaian lomba penjor bakal dilakukan langsung oleh Bupati bersama juri lainnya usai pelaksanaan apel serangkian Hardiknas, hari ini.  

Dari informasi yang berhasil dihimpun, walaupun penilai belum dilakukan, Bupati I Made Gianyar telah sempat melihat secara dekat penjor yang telah dipasang. Bupati sedikit kecewa ketika melihat ada  penjor yang ikut lomba kurang greget. "Walaupun belum dinilai beliau sudah sempat mengecek penjor yang ikut lomba," ujar sumber yang wanti-wanti namanya disebutkan.

Lanjutnya, bupati mengancam bakal menonjobkan pimpinan OPD bilamana dalam penilaiannya hari ini ditemukan penjor yang hiasannya mengecewakan. Demikian juga pejabat eselon IIIa di OPD yang bersangkutan bila melamar di eselon IIb akan digugurkan secara administratif. Sanksi itu diberikan bupati lantaran baginya penjor yang dibuat asal-asalan termasuk sebagai pelanggaran disiplin/berat melecehkan Kabupaten Bangli.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra saat dikonfirmasi, Senin (1/5), tidak menampik adanya ancaman tersebut. Dia menilai bahwa hal tersebut cukup wajar. Sebab menurutnya, melalui lomba penjor dapat dapat dilihat tingkat rasa pengabdian dan rasa hormat para pejabat dan pegawai pada daerah. “Mudah-mudahan atensi ini dapat menjadi spirit dan inspirasi bagi ASN di Kabupaten Bangli dalam bekerja, mengabdi, dan mendarmabaktikan segala pikiran, tenaga dan hatinya demi untuk kemajuan daerah di Kabupaten Bangli,".