Diposting : 13 February 2018 23:07
I Wayan Sudarma - Bali Tribune
Kadispar
Keterangan Gambar: 
Kadispar Ir. Nyoman Sutrisna bersama Kabid Destinasi Wisata, Ketut Suteja saat hadir pada Rakor jelang Annual Meeting IMF-WBG Tahun 2018 di Yogyakarta akhir pekan kemarin.
BALI TRIBUNE - Serangkaian Annual Meeting IMF-WBG tahun 2018 Kementrian Bidang Kemaritiman dan Kementrian Pariwisata RI menggelar Rakor di Yogyakarta akhir pekan kemarin. Pada pertemuan itu dibahas optimalisasi persiapan 7 Destinasi Wisata di Indonesia. Satu diantaranya, Pantai Lovina ditetapkan sebagai Destinasi Wisata pada kegiatan dimaksud.
 
Sebagaimana pernyataan resmi Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Senin (12/2) kemarin, delegasi yang hadir pada pertemuan itu adalah Kadispar Ir. Nyoman Sutrisna bersama Kabid Destinasi Wisata, Ketut Suteja.
 
Disebutkan, Rakor tersebut menghasilkan empat hal diantaranya, Lovina ditetapkan sebagai 1 dari 60 tempat kunjungan wisata pada event Annual Meeting IMF-WBG yang akan berlangsung pada Oktober 2018 ini.
 
Rencananya, kegiatan itu akan dihadiri perwakilan pelaku industri pariwisata asal 168 negara.
 
Terkait usulan Pemkab Buleleng yang menjadikan Desa Pemuteran sebagai kunjungan wisata tambahan pada Annual Meeting IMF-WBG tahun 2018, belum memperoleh persetujuan kementrian terkait.
 
Meski demikian, pihak Kementrian Pariwisata melalui Deputi Pemasaran Mancanegara menjadwalkan untuk melakukan kajian atas usulan dimaksud.
 
Lanjut dijelaskan, sebelum dilangsungkannya Annual Meeting IMF-WBG, pihak kementrian terkait berencana melakukan uji simulasi di tiap - tiap destinasi wisata. Uji simulasi oleh panitia nasional itu dijadwalkan berlangsung awal Maret 2018 ini.
 
Pada Kesempatan tersebut Kadispar Buleleng, I Nyoman Sutrisna menyerahkan buku berisikan rangkuman 86 objek wisata yang ada di Buleleng. Buku dimaksud diterima langsung Menpar RI, Arief Yahya.
 
“ Tentunya acara rakor optimalisasi persiapan 7 Destinasi Wisata dalam rangka Annual Meeting IMF-WBG 2018 di Yogyakarta ini juga menjadi ajang mempromosikan Daya Tarik Wisata bagi daerah lain seperti halnya Kabupaten Buleleng,”terang Sutrisna.
 
Untuk diketahui, selain menetapkan Lovina sebagai salah satu tempat kunjungan wisata Annual Meeting IMF-WBG 2018. Rakor di Yogyakarta itu juga menghasilkan menghasilkan 4 ketetapan