Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 12 December 2017 19:40
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
kecelakaan
Keterangan Gambar: 
PASANG DRUM - Warga Sebual memasang drum pada lubang menganga di tengah jalan nasional Denpasar-Gilimanuk yang sering menyebabkan kecelakaan lalulintas.

BALI TRIBUNE - Kondisi fasilitas umum di Kabupaten Jembrana kembali menjadi sorotan. Kali ini ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk yang rusak di sejumlah titik dikeluhakan oleh warga. Sebagai bentuk protes, warga memasang drum bekas di badan jalan yang kondisinya hancur dan membahayakan pengguna jalan.

Seperti yang dilakukan sejumlah warga Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya, Jembrana, Senin (11/12).  Mereka memasang tanda peringatan  drum bekas di ruas Jalan Gajah Mada, Jembrana yang berlubang dan setiap hari arus lalulintasanya sangat padat. Warga terpaksa memasang tanda peringatan di sisi utara badan jalan lintas Jawa-Bali ini sebagai tanda agar pengguna jalan waspada. 

Dari informasi yang diperoleh di sekitar lokasi, warga setempat merasa resah dengan lubang jalan di ujung timur Jembatan Sebual itu karena sudah sering kali menyebabkan kecelakaan lalulintas. Terakhir, Minggu (10/12) lalu, seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah terjerembab ke dalam lobang yang cukup dalam itu. Lubang yang susah dilihat dari jarak jauh itu tepat berada di tengah lajur jalan sehingga sulit dihindari. Terutama pengendara motor yang biasanya melaju kencang dari arah Gilimanuk.  Warga khawatir apabila tidak segera ditangani lubang yang berada di atas jembatan itu semakin melebar dan semakin parah menembus jembatan.

Salah satu pengendara motor, Wayan Dodi asal Mendoyo, mengakui lubang tersebut sangat berbahay bagi pengguna jalan. “Di sini sering kecelakaan, kalau malam dan hujan tidak kelihatan ada lubang,” ungkapnya.

Petugas sebelumnya sering memasang pembatas jalan di sekitar jembatan ini lantaran sering digunakan untuk parkir liar truk. Pemasangan drum di badan jalan itu berakibat  kendaraan yang melintas khususnya truk dan mobil harus bergiliran melintas melalui jalur berlawanan sehingga personel Satlantas Polres Jembrana yang melakukan patroli langsung turun tangan  mengantisipasi lubang jalan tersebut. Danru Unit Patroli Satlantas Polres Jembrana, Aiptu I Ketut Nawiyasa mengatakan empat orang personelnya menutup lubang menganga tersebut menggunakan pasir yang ada dipinggir jalan.

Kasat Lantas Polres Jembrana menyatakan lubang tersebut sangat besar dan terdapat genangan air di dalamnya sehingga sangat membayakan pengguna jalan yang melintas. ”Karena kondisi jalan yang kurang laik ini laju kendaraan bisa tidak stabil dan dapat terjadi kecelakaan jatuh sendiri (out of control),” jelasnya. 

Terlebih saat ini musim hujan sehingga lubang tersebut menjadi kubangan air yang tidak tampak secara jelas oleh pengguna jalan yang melintas terlebih disaat malam hari. Pihaknya menghimbau agar pengguna jalan selalu waspada saat berkendara karena kondis jalan yang kurang laik serta musim hujan. 

Selain di titik jalan tersebut, di wilayah Mendoyo juga banyak jalan yang masih berlubang dan belum diperbaiki.  Terutama di jalur arah ke Denpasar (dari Gilimanuk).