Diposting : 12 September 2017 08:22
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Nyoman Gunarsa
Keterangan Gambar: 
DUKA - Tampak suasana rumah duka almarhum Nyoman Gunarsa sendu, tampak karangan bunga dari Presiden RI.

BALI TRIBUNE - Maestro Lukis kesohor asal Bande, Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung, Nyoman Gunarsa meninggal pada Minggu (10/9) sekitar pukul 11.27 Wita. Terkait meninggalnya Nyoman Gunarsa ini mendapat respon dari Istana Presiden RI Jokowidodo. Melalui Kantor Sekneg sempat menelpon keluarga Nyoman Gunarsa yang diterima Gede Sony Andarawata yang isinya menyampaikan turut berduka cita dari Istana melalui Sekneg atas meninggalnya almarhum Nyoman Gunarsa.

Hal itu ditegaskan putra sulung Nyoman Gunarsa yang juga politisi Demokrat di DPRD Klungkung Gede Soni Artison Andarawata, Senin (11/9).

Menurut Gde Sony  Artison Andarawata, ayahandanya meninggal dunia dalam usia 73 tahun. Dijelaskan almarhum Nyoman Gunarsa bakal diaben pada tanggal 30 September 2017. Pengabenan dilaksanakan secara sederhana dengan membuat bade oleh sepupunya sendiri dengan mempergunakan lembu dengan kajang dalem Sri Kepakisan. ”Sesuai pesan almarhum dirinya minta dibuatkan bade hasil karya keluarga di Desa saya. Beliau berpesan lebih baik buatan bade dari desa kebetulan ada sepupu yang bisa membuat bade,” tuturnya.

Kepergian Maestro lukis Nyoman Gunarsa ini benar benar  membuat beberapa hasil karya beliau mandeg. Seperti rencana penelitian  pembuatan buku seni lukis Bali yang sudah siap cetak. Menurut almarhum seperti diuturkan Sony bahwa ayahnya memastikan hasil penelitian seni lukis klasik yang menyebutkan seni lukis klasik Bali bukan saja dari Kamasan ternyata banyak ada diidaerah lainnya. “Kamasan bukan satu satunya seni lukis Klasik Bali karena ada juga di daerah lain yang merumur ratusan tahun seperti di Krambitan,” jelasnya. Disamping rencana penerbitan buku seni lukis Bali yang mandek juga lukisan tentang Presiden Jokowi sebagai dalang belum juga rampung.

Berpulangnya Maestro lukis Nyoman Gunarsa benar-benar membuat warga Klungkung merasa kehilangan yang sangat karena kepergian almarhum untuk selamanya ini setelah sempat dikunjungi Presiden Jokowidodo ke Museum Gunarsa baru baru ini.

Suasana di rumah duka di Banjar Banda Desa Takmung  tampak sendu tampak karangan bunga dari Presiden RI Jokowidodo yang dikirim oleh Setneg . Hanya terlihat beberapa keluarga sibuk mempersiapkan upacara untuk pengabenan almarhum. Sementara jenazah almarhum masih disemayamkan diruamh duka. Banyak keluarga almarhum yang tampak shok dengan kepergian almarhum. Mereka kebanyakan tidak percaya kepergian alamrhum yang biasa  senda gurau kepada siapapun yang dikenalnya. Almarhum Maestro Nyoman Gunarsa yang meninggal dunia karena  mengalami sakit stroks konplikasi serangan jantung dan sempat dirawat dua kali di RS Wing International. Almarhum Nyoman Gunarsa  meninggal dalam usia 73 tahun sekira  jam 11.27 Wita di RS Wing Internastional RSUP Sanglah Denpasar.

Gde Sony  Artison Andarawata dirumah duka menyebutkan prosesi persiapan pengabenan mulai tanggal 21 sampai tanggal 29 September ini, sementara untuk warna lembu saat pengabenan ayahnya masih ditanyakan ke Gria. “Kita masih tanyakan ke Gria apa warna lembunya ungu sama seperti almarhum nenek nanti ada kepastiannya setelah ditanyakan ke Gria,” imbuhnya.