Diposting : 12 June 2018 23:57
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Almarhum Nyoman Mandra.
Almarhum Nyoman Mandra.

BALI TRIBUNE - Klungkung kehilangan seorang maestro seni lukis gaya klasik Wayang Kamasan, yaitu I Nyoman Mandra  yang tutup usia Minggu (10/6). Pria yang  selama hidupnya hanya berkutat  untuk melestarikan seni lukis Wayang Kamasan itu meninggal dunia di RSUD Klungkung setelah berjuang melawan sakit komplikasi ginjal yang ia derita selama beberapa bulan.

 Di rumah duka ditemui anak sulung almahum, yaitu  Ni Wayan Sri Wedari yang juga seorang Guru Seni Lukis di SMAN 2 Semarapura Klungkung ini  menceritakan,bahwa ayahnya  almahum Nyoman Mandra mengalami sakit parah dan harus  dirawat inap di RSUD Klungkung, sejak Kamis (7/6) lalu. Awalnya Nyoman Mandra  mengeluh sakit pada perutnya.

"Almahum memang ada riwayat sakit prostat dan infeksi paru-paru. Saat Kamis (7/9), almahum mengeluh kembung di perut dan minta diantar ke RSUD Klungkung," ujar Ni Wayan Sri Wedari saat ditemui di rumah duka di Banjar Sangging, Desa Kamasan, Klungkung, Senin  (11/6)

Sempat almarhum dirawat di Paviliun RSUD Klungkung, namun kondisi Nyoman Mandra terus menurun dan harus dirawat di ruang ICU dan karena sudah parah akhirnya  Almahum menghembuskan nafas terkahirnya,Minggu (10/6) sekitar pukul 16.00 Wita,sebutnya. Recananya almarhum akan diaben namun masih mencari hari baik ,karena masih terbentur piodalan di Pura Bale Batur Banjar Sangging Desa Kamasan dan Piodalan di Pura Dalem Digede Bugbugan,Minggir,Gelgel.

Semasa hidupnya, Almahum Nyoman Mandra dikenal selalu mengabdikan hidupnya untuk seni lukis wayang Kamasan. Di Sanggar sederhananya,  aktif mengajar anak-anak setempat untuk melukis seni wayang Kamasan. Bukan itu saja belaiu sempat melatih dan mengajar menari dan menabuh para siswa yang sengaja datang berguru dengannya secara gratis.

Kini banyak baik ibu ibu maupun bapak bapak di Banjar Sangging Kamasan menjadi seniman seni lukis wayan Kamasan  saat ini . Dan mereka semua merupakan anak didik almarhum Nyoman Mandra.Dan sampai saat ini  Almahum Mandra juga dikenal sebagai  generasi penerus legenda seni lukis Kamasan, Mahodara yang namanya dulu termasyur di masa pemerintahan Kerajaan KLungkung Dalem Waturenggong.

"Beliau hingga jika  meninggal ingin sanggarnya tetap  berjalan. Beliau ingin seni lukis Kamasan tetap lestari dan tidak keluar dari pakemnya," Ujar Sri Wedari yang juga aktif sebagai guru seni  lukis di SMAN 2 Semarapura ini. Malahan kini Sri Wedari kini meneruskan cita-cita almarhum ayahnya dengan melukis kantin SMAN 2 Semarapura dengan lukisan klasik Wayang Kamasan.