Diposting : 2 July 2018 23:11
Ketut Sugiana - Bali Tribune
PENGARAHAN - Bupati Suwirta memberikan pengarahan pada mahasiswa KKN UGM.
BALI TRIBUNE - Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan  program rutinitas yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi (PT) sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi, namun kuliah kerja nyata ini jangan hanya sekadar formalitas atau seremonial saja tetapi ada implementasi lebih lanjut terkait apa yang bisa diberikan oleh perguruan tinggi kepada daerah dalam pembangunan. 
 
Hal ini disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menerima mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang akan melaksanakan KKN di Kabupaten Klungkung. Penerimaan mahasiswa UGM Yogjakarta dilaksanakan di ruang rapat praja mandala kantor bupati klungkung, Jumat (29/6).
 
Bupati Suwirta juga berharap kepada seluruh mahasiswa untuk melihat dan memahami situasi atau kondisi desa masing-masing yang mempunyai karakteristik berbeda. Berkoordinasi dan berkomunikasi lebih banyak dengan para prebekel dan aparat desa dalam melaksanakan suatu kegiatan. “Pahami situasi desa dan lakukan kegiatan sesuai dengan potensi yang ada. Yang paling penting bergaul dengan baik karena di desa tidak sama dengan di kota,” pesan Bupati Suwirta.
 
Lebih lanjut dikatakan, seiring dengan perkembangan pariwisata di kabupaten klungkung khususnya di Nusa Penida, Bupati Suwirta meminta kepada mahasiswa peserta KKN untuk memahami potensi-potensi yang ada, merumuskan masalah-masalah maupun memberikan pembinaan-pembinaan. Karena menurutnya, pariwisata menyangkut berbagai permasalahan yang ada didalamnya. “Mahasiswa KKN harus mampu mengubah pola pikir masyarakat, agar masyarakat tidak hanya melihat aut putnya saja tetapi juga harus melihat prosesnya,” ujar Bupati Suwirta.
 
Dosen Pembimbing Lapangan UGM Yogjakarta I Gusti Ngurah Putra mengatakan, kegiatan KKN yang dilaksanakan UGM Yogyakarta untuk mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Ia juga berharap kepada mahasiswanya yang akan mengikuti KKN agar mampu menggali potensi yang ada dan bisa memecahkan masalah-masalah dengan dasar pengetahuan yang cukup. Disamping itu, mahasiswa bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan pembangunan di desa.
 
Lebih lanjut I Gusti Ngurah Putra menyampaikan, memilih Kabupaten Klungkung untuk lokasi KKN dikarenakan Kabupaten Klungkung memiliki banyak potensi luar biasa terutama dari segi pariwisata, pertanian maupun sosial ekonomi. “Kami memilih kabupaten klungkung karena klungkung memiliki potensi yang luar biasa,” ujar IGN Putra.
 
Mahasiswa yang menjalani KKN tersebar di dua desa yaitu Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, dan Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida. Masing-masing desa dijatah 30 mahasiswa untuk melaksanakan KKN selama 50 hari.