Bali Tribune, Senin 16 Juli 2018
Diposting : 27 December 2017 17:35
Redaksi - Bali Tribune
mahasiswi
Keterangan Gambar: 
MESUM - Para pasangan gelap yang diamankan anggota Polsek Denbar, kemarin. Seorang di antaranya berstatus mahasiswi.

BALI TRIBUNE - Dua penginapan yang menyediakan tempat prostitusi, Penginapan Taman Asri dan Penginapan Teduh Ayu di Jalan Kebo Iwa Utara Denpasar Barat (Denbar), Senin (25/12) pukul 23.00 Wita digerebek anggota Polsek Denbar. Menariknya, dari penggerebekan tersebut, selain mengamankan sejumlah wanita yang sedang melayani para lelaki hidung belang, polisi juga mengamankan sejumlah pasangan yang tidak sah.

Dari pasangan yang tidak sah itu, seorang di antaranya berstatus mahasiswi berinisial Ni Putu RD (24). Ia diamankan di dalam kamar nomor 2 bersama seorang pria berinisial Putu MA (24). "Mereka kita amankan untuk dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring)," ungkap Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra RA, SIk., MH seizin Kapolsek Kompol Gede Sumena, SH, siang kemarin.

Sementara pasangan lain yang diamankan, yaitu Nyoman AB (20) dan pasangannya Ni Putu LFY (20) asal Badung, Ni Kadek E (30) yang menjajakan diri dengan pria hidung belang. “Para pasangan ini membayar sejumlah uang sewa sebesar Rp50 ribu untuk short time kepada dua orang karyawan penginapan,” terang Aan Saputra.

Sementara di Penginapan Teduh Ayu diamankan tiga pasangan, di antaranya BY (20) dan pasangannya AA AW (20) di kamar nomor 4, IR  (32) dan ES (34). "Kami juga berhasil mengamankan hasil uang sewa yang telah diterima karyawan penginapan sebesar Rp120 ribu. Dan saat diamankan, para pelaku berada di dalam kamar penginapan sedang melakukan hubungan layaknya suami istri," paparnya.

Tidak hanya itu, pemilik penginapan I Wayan Budiarta (41) juga ikut diamankan polisi karena menyediakan tempat prostitusi. Saat akan diamankan, Wayan Budiarta sempat melakukan perlawanan kepada anggota kepolisian dengan cara menarik tangan anggota dan menantang anggota untuk memukulnya.

Dari keterangannya, bisnis ini telah dilakoni dalam kurun waktu cukup lama. Bahkan pengakuannya kepada petugas, setiap hari pemasukan dari kedua tempat miliknya ini mencapai jutaan rupiah.

"Untuk pemilik penginapan, kami kenakan pasal 296 KUHP karena dia menyediakan tempat prostitusi. Kemudian sisanya masih dalam pemeriksaan sebagai saksi. Untuk pasangan pelaku akan kami panggil orangtuanya untuk memberikan pembinaan," tukas mantan Kanit Reskrim Polsek Mengwi ini.