Bali Tribune, Jumat 22 Juni 2018
Diposting : 30 September 2017 12:35
Redaksi - Bali Tribune
Dinas PU
Keterangan Gambar: 
BERLOBANG - Jalan berlobang ditanami pohon pisang di Jalan Raya Ratna, Desa Tegaltugu, Gianyar

BALI TRIBUNE - Meski sudah malapor, jalan jebol di Jalan Ratna, Desa Tegaltugu, Kota Gianyar belum juga diperbaiki.  Padahal dalam setahun terakhir jalan jebol itu sudah memakan korban. Sebagai bentuk protes, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi  melakukan aksi protes, dengan menanam pohon pisang.

Pantauan Bali Tribune, warga Tegal Tugu  benar-benar kesal dengan jalan jebol  dan sudah terjadi sejak dua tahunan itu. Jumat (29/7) pagi, beberapa warga  menanam pohon  pisang di titik jalan jebol untuk mengingatkan pemerintah setempat. Karena pengaduan resmi dari kepala lingkungan setempat, hingga kini belum juga ada penanganan.

Seorang warga setempat, Dewa Budiana Banjar mengatakan, pemasangan pohon pisang pada lubang jalan itu disebabkan warga tidak bisa lagi menahan emosinya. Sebab lubang diameter 1 meter persegi tersebut sudah terdapat sekitar dua tahun lalu. Masyarakat pun sudah melaporkan hal itu ke Dinas PU Gianyar, tetapi tidak ada respon apapun. ”Kami  berharap Dinas PU Gianyar segera merespon protes warga. Sebab sejak dua tahun ini hampir puluhan pengguna sepeda motor dan sepeda gayung menjadi korban. Sebab selain lubang jalan relatif besar, lokasi tersebut juga gelap saat malam hari. Sebab minimnya lampu penerangan jalan,” terangnya.

Disebutkan, korban tidak bisa dihitung lagi, syukurnya tidak sampai menelan korban nyawa.  Namun jika tidak segera diperbaiki, kecelakaan yang berakibat fatal akan sulit dihindari di kemudian hari. Jalan berlobang di jalan tersebut tidak hanya satu, namun juga terdapat di beberapa titik. Kondisi ini terjadi lantaran Dinas PU Gianyar mengabaikan saluran irigasi yang menjadi pemicu kerusakan.

Kepala Dinas PU Gianyar I Nyoman Nuadi mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk mengecek kerusakan. Pihaknya menyesalkan keadaan tersebut terjadi sudah cukup lama, dan telah memakan korban. Pihaknya memastikan akan melakukan pembenahan. Terkait kapan pembenahan dilakukan, pihaknya tengah menunggu hasil pengamatan petugas di lapangan. “Sudah kami turunkan tim ke lapangan. Tentunya akan kami perbaiki segera agara tidk menimbulkan korban lagi,” terangnya.