Bali Tribune, Rabu 13 Desember 2017
Diposting : 26 September 2017 19:45
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
TABANAN
Keterangan Gambar: 
RAPAT – Bupati Eka Wiryastuti menggelar rapat bersama para OPD Tabanan terkait penanganan pengungsi, Senin (25/9).

BALI TRIBUNE - Setelah meninjau para pengungsi di Baturiti, Bupati  Tabanan Putu Eka Wiryastuti segera menggelar rapat bersama para OPD Tabanan, camat, dan unsur Muspida untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pengungsi di Tabanan, Senin (25/9), di ruang rapat kantor bupati setempat.

Berdasar laporan dari masing-masing camat, saat ini jumlah pengungsi di Tabanan sudah mencapai 2763 orang, tersebar di 10 kecamatan. Sebagian besar dari pengungsi tinggal di rumah keluarganya, dan sebagian telah ditampung di posko-posko tiap kecamatan.

Bupati Eka mengatakan, pengungsi di tiap kecamatan yang jumlahnya di atas 100 orang diharapkan segera diarahkan ke posko utama. Karena dengan tinggal di posko utama pengungsi akan lebih sehat dan terkontrol. Di posko utama juga penanganan dan penyaluran bantuan dapat terorganisir dengan baik. “Syarat posko utama boleh berupa banjar dan wantilan, tentunya ini juga seizin masyarakat di sana, apakah mereka bersedia atau tidak wantilannya dipakai. Pilihlah posko yang dekat dengan sekolah agar memudahkan anak-anak untuk sekolah, ingat pendidikan bagi anak-anak sangatlah penting. Selain itu, setiap posko utama harus memiliki kelengkapan seperti dapur umum, gudang logistik dan fasilitas MCK yang memadai,” ujar Bupati Eka.

Bupati Eka mengatakan bahwa data terkait jumlah pengungsi serta apa saja yang menjadi kebutuhan mereka harus didata dengan jelas dan tepat sehingga Pemkab dan OPD terkait bisa segera menyediakannya,  khususnya kebutuhan yang menjadi prioritas. “Semua yang menjadi kebutuhan akan kita siapkan, jadi datanya harus jelas. Saat ini yang paling dibutuhkan oleh pengungsi selain makanan adalah barang-barang kebutuhan untuk bayi dan wanita seperti susu, pampers, pembalut wanita, dan lainnya harus lebih banyak disiapkan,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan sudah menyiapkan kasur lipat bagi pengungsi yang akan diberikan di posko-posko utama. “Banyak pengungsi yang tidur di lantai sehingga mereka jadi sakit. Oleh karena itu, salah satu ide saya adalah menyediakan kasur lipat, saya sudah menyiapkan 200 lebih selimut dan kasur lipat. Ini akan diberikan di posko utama. Kalau pengungsi di rumah penduduk tidak bisa diberikan, jadi harus benar-benar terdata,” terang Bupati Eka.

Bupati Eka juga selalu concern terhadap makanan yang dikonsumsi oleh pengungsi. Ia menegaskan pengungsi tidak boleh terlalu sering mengkonsumsi mie instan dan harus mengonsumsi makanan yang sehat. Kebersihan dan kesehatan juga harus dijaga. Khususnya kebutuhan MCK, agar segera didata sehingga PU bisa turun.

Pihaknya juga memastikan akan secara rutin meninjau langsung ke posko utama untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan  berjalan dengan optimal. “Pendataan harus jelas sehingga bantuan yang diberikan tepat. Jangan sampai ada yang kurang, dan terus berikan update mengenai keadaan pengungsi. Mari kita bekerja bersama secara maksimal. Kita harus bekerja dengan hati yang tulus dan ikhlas karena ini adalah pengabdian,” imbuhnya.  

Kepala Dinas Sosial I Nyoman Gede Gunawan mengatakan sampai saat ini penyaluran distribusi kebutuhan pengungsi sudah dilakukan di masing-masing kecamatan. Untuk persediaan logistik sendiri masih bisa hingga 3-5 hari ke depan. “Distribusi sudah dilakukan di masing-masing kecamatan. Persediaan sudah kami siapkan, kami masih memiliki stok hingga 3-5 hari ke depan. Kami berharap bantuan tidak fokus pada posko Induk namun langsung ke tempat yang membutuhkan karena ini akan mempermudah pendistribusian,” imbuhnya.