Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 23 August 2017 20:43
Agung Samudra - Bali Tribune
TKP
Keterangan Gambar: 
OLAH TKP - Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Karyawan pimpin olah TKP

BALI TRIBUNE - Maling mengobok-obok toko sembako Budi Kasih milik Sang Ketut Suparta di komplek Pasar Kayuambua, Senin (21/8). Pelaku mengasak beberapa dus rokok berbagai merk yang tersimpan dalam toko. Korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Sang Ketut Suparta, saat konfirmasi, Selasa (22/8), mengaku baru tahu kalau tokonya dibobol maling sekitar pukul 08.00 wita saat akan membuka toko. Mengetahui pintu toko terbuka, korban sempat bertanya kepada tetangga sebelahnya, Wayan Tindih. Selanjutnya korban bersama Tindih langsung masuk ke dalam toko. Saat masuk ke dalam toko dilihatnya beberapa barang dagangan tercecer dilantai dan beberpa dus rokok raib. “Total ada 2 dus atau 60 pak rokok A Milid dan 1 dus rokok berbagai merk raib,” sebutnya seraya menambahkan total kerugian mencapai Rp100 juta.

Kejadian kaliini adalah untuk kali keduanya, 5 tahun lalu korban asal Dusun Selat Nyuhan, Desa Pengiangan ini sempat kehilangan uang sebesar 12 juta yang disimpanya dalam laci. “Kejadian waktu itu, pelaku berpura-pura sebagai pembeli, ketika saya lengah, pelaku langsung mengambil uang disimpan dalam laci,” ungkapnya.

Kata Sang Ketut Suparta, dalam aksinya pelaku merusak kunci gembok pintu harmonica, selanjutnya pelaku kemudian mencongkel pintu rolling door. “Pintu toko memang saya buat berlapis, tapi bisa juga dibobol,” jelasnya.

Kapolsek Susut AKP IB Karyawan saat ditemui di lokasi mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan, dari hasil olah TKP ternyata minim sekali alat bukti yang ditemukan. “Kita hanya berhasil mengamankan kunci gembok bekas dicongkel,” sebutnya.

Pada hari yang sama, pencurian juga terjadi di warung milik Ni Kadek Desi Karlina (25) di Banjar Sembung Desa Bebalang, Bangli. Dari informasi yang dihimpun, kronologis kejadian, Sealasa (22/8) sekira pukul 08.40 wita korban menaruh dompet diatas rak kaca di warungnya. Saat menaruh dompet tersebut sejatinya korban sudah member tahu penjaga toko I Wayan Sudiantara. Kemudian korban keluar dari warungnya dengan tujuan mandi. Ketika usai mandi korban kembali balik ke warung dan tidak melihat dompetnya di tempat menaruhnya. Saat itu korban sempat menanyakan kepada saksi Wayan Sudiantara, namun saksi mengaku tidak mengetahuinya. Akibatkejadian itu korban kehilangan dompet yang berisikan kartu ATM, STNK, surat perhiasan dan uang tunai Rp 4000.000.

Kanit Reskrim Polsek Kota Baagli, Iptu Ketut Purnawan saat dikonfirmasi memberkan kasus pencurian itu. “Petugas sedang melakukan penyidikan,” ujarnya singkat.