Diposting : 11 August 2016 14:55
ayu eka - Bali Tribune
wisatawan
Keterangan Gambar: 
Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya. Masyarakat lokal Bali harus menjadikan pariwisata sebuah peluang dengan menghasilkan produk-produk lokal yang mampu meningkatkan perekonomian

Kuta, Bali Tribune

Pesatnya perkembangan pariwisata di Bali diharapkan mampu membangkitkan kekuatan perekonomian lokal atau domestic power. Menurut Chief Executive Officer dari Asian Development Bank Institute, Naoyuki Yoshino, budaya lokal Bali menjadi daya tarik pariwisata yang mampu mendatangkan wisatawan.

Pariwisata ini, kata dia, mesti dimanfaatkan masyarakat Bali untuk menghasilkan berbagai produk seperti souvenir. “Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya. Masyarakat lokal Bali harus menjadikan pariwisata sebuah peluang dengan menghasilkan produk-produk lokal yang mampu meningkatkan perekonomian,” ucapnya saat International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM) 2016 di The Patra Jasa Bali Resort & Villa di Badung, Rabu (10/8).

Keuntungan dan manfaat dari pariwisata ini jika dinikmati oleh masyarakat Bali, kata dia, akan meningkatkan kekuatan perekonomian lokal/domestic power. “Dari masyarakat untuk masyarakat sehingga menimbulkan kekuatan ekonomi atau domestic power,” tegas Naoyuki.

Sementara itu Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Sudarso Kaderi Wiryono, mengatakan perkembangan pariwisata tersebut membawa efek yang sangat besar. Jika ada turis yang datang ke suatu daerah atau kawasan maka di sana akan ada pembangunan infrastruktur jalan, hotel dan restoran serta fasilitas penunjang lainnya.

Selain itu pariwisata dikatakannya juga akan memicu berkembangnya produk-produk souvenir dari masyarakat setempat sebagai usaha kecil menengah (UKM). “Kalau produk-produk souvenir berkembang maka pengusaha-pengusaha kecil akan berkembang dan itu akan banyak sekali efeknya. Intinya kepariwisataan itu kalau dikelola dengan benar maka dapat meningkatkan ekonomi domestik sehingga menumbuhkan domestic power,” jelas Sudarso.

Dalam hal memanfaatkan perkembangan dunia kepariwisataan, dia mengatakan bahwa SBM ITB menangkap peluang tersebut dengan mengajarkan mahasiswanya untuk berwirausaha. Menurutnya mahasiswa SBM ITB dididik menjadi pengusaha dengan harapan nantinya dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada yang memerlukan. “Sehingga dia (mahasiswa) akan membantu pertumbuhan ekonomi karena menjadi salah satu komponen ekonomi itu sendiri. Itu yang diharapkan,” ujarnya.