Diposting : 24 May 2019 21:24
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/Tim Penilaian Evaluasi dan Perkembangan Desa tingkat Propinsi Bali, Jumat ( 24/5) menilai Desa Dalung yang mewakili Desa di Kabupaten Badung dalam lomba desa dan kelurahan tingkat Propinsi Bali.
balitribune.co.id | Mangupura - Tim Penilaian  Evaluasi dan Perkembangan Desa Tingkat Provinsi Bali, Jumat ( 24/5) menilai Desa Dalung yang mewakili Desa di Kabupaten Badung dalam lomba desa dan kelurahan tingkat Propinsi Bali. Tim Provinsi Bali disambut oleh Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Badung, Putu Gede Sridana, Perbekel Dalung, I Gede Putu Arif Wiratya  serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan organisasi kewanitaan daerah yang ada di Kabupaten Badung.

Wabup Suiasa menjelaskan, pada momentum ini bukan sebatas untuk mencari ajang yang terbaik dalam lomba, namun  yang perlu dimaknai dalam penilaian evaluasi dan perkembangan desa adalah sebagi parameter dalam menjalankan suatu pembangunan desa di berbagai sektor. “Hal ini juga mempercepat dari tujuan-tujuan nasional dalam membangun desa itu sendiri. Baik memacu pemberdayaan masyarakat serta membangun daya saing masyarakat desa itu sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut pejabat asal Desa Pecatu ini mengatakan, hal ini juga sebagai momentum dalam melakukan instrospeksi. “Kita sudah menampilkan segala potensi serta inovasi  yang ada di Desa Dalung secara maksimal termasuk tingkat capaian kemapanan masyarakat baik dari segi ekonomi maupun sosialnya. Jadi dengan segala pembinaan ini kita harapkan desa itu bisa mampu berdaya saing dan mampu mandiri sesuia dengan tantangan global saat ini,” terangnya.

Sementara Perbekel Dalung, I Gede Putu Arif Wiratya mengatakan, untuk mengimplementasikan  program  kerja desa, pihaknya telah membentuk lembaga masyarakat dea yang terdiri dari lembaga pemberdayaan masyarakat , PKK, karang taruan, kelompok tani dan linmas. “Kami juga didukung oleh kembagaan adat  yang terdiri dari tiga desa adat. Terkain kesehatan masyarakat di Desa kami tidak ada  nanak yang berstatus Stunting serta tingkat kematian kelahiran di Desa kita analah nol persen,” urainya.

Sebagai langkah inovasi desa, kata Arif, dibidang persampahan pihak desa telah membentuk  bank sampah disetiap banjar  yang diberi nama  Mangu Sri Kandi yang bekerjasama dengan pihak DLHK Badung. Selain itu Desa Dalung telah membentuk  kelompok Dalung Creatif Recycle (DCR) dengan gerakan 3R (reduce, reuse dan recycle). “Partisipasi  dan swadaya masyarakat Dalung  sangat tinggi, hal ini ditunjukan dengan adanya pembangunan  Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung dan pengadaan  lahan wantilan  dengan swadaya masyarakat sebesar  8,7 miliar,” paparnya.

Ketua Tim Penilai dari Provinsi Bali, Putu Anom Agustina yang juga Kepala PMD Bali ini mengatakan, dalam kegiatan penilain evaluasi  lomba desa  ini memang benar sesungguhnya juara tidak menjadi tujuan utama. Lomba ini adalah untuk evaluasi sejumlah program desa, sejauh mana sudah bisa dijalankan. “Yang terpenting lain dalam kegiatan ini sejauh mana pihak desa melakukan langkah-langkah  untuk bersinergi dengan masyarakat dalam mencapai perencanaan-perencanaan yang sudah dibuat dari bawah,” katanya. ksm/uni