Diposting : 25 August 2018 12:32
Valdi S Ginta - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Jambrut usai jalani sidang perdananya di PN Denpasar.
BALI TRIBUNE - Miris, melihat pergerakan narkoba yang merambah di Bali. Dari kalangan pelajar, PNS, tani hingga pemangku juga terjebak sebagai pengguna narkoba.
 
Bahkan kini seorang mantan pembalab motor Bali yang pernah mengharumkan nama Bali dalam ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON), I Putu Tresna alias Jamrut (50) harus diadili di PN Denpasar.
 
Lebih miris lagi, para korban narkoba inipun seakan tidak ada kata ampun dimata penegak hukum. Mereka harus diseret ke meja hijau tanpa ada upaya untuk menjalani rehabilitasi.
 
Di ruang sidang, Jambrut didampingi pengacara Agus Suparman dkk, hanya terlihat pasrah akan hukuman apa yang akan diterimanya nanti saat ketuk palu hakim.
 
Iapun mengaku bingung, karena dengan berbekal surat permohonan rehab, justru tetap dipidanakan dan harus menjalani masa penahanan selama ini.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Atmaja dalam dakwaan disebut, terdakwa yang tinggal di Jalan Merthayasa Gang III No. I ditangkap polisi pada tanggal 8 Mei 2018.
 
Terdakwa ditangkap usai mengambil tempelan sabu-sabu di depan Pura Ulun Suwi Jalan Merthayasa. Dari tangan terdakwa polisi mengamakan Narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,86 gram.
 
Dari pengakuannya barang haram itu dipesannya dari seseorang orang via telepon yang bernama Sulaiman (Napi LP Kerobokan) seharga Rp 1.600.000.
 
Terdakwa yang kesehariannya  bekerja sebagai tukang bengkel itu langsung disergap petugas saat mengambil tempelan sabu yang disimpan didalam kaleng minuman penyegar.
 
Kepada polisi, terdakwa mengaku barang bukti sabu itu adalah miliknya yang akan digunakan sendiri. Atas perbuatannya itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.