Bali Tribune, Selasa 12 Desember 2017
Diposting : 15 May 2017 18:58
redaksi - Bali Tribune
TERORISME
Keterangan Gambar: 
Ustad Haris Amir Pala (kanan)

BALI TRIBUNE - Mantan narapidana teroris, Ustad Haris Amir Pala, meminta kepada semua pihak agar tidak mengucilkan para mantan narapidana teroris. Hal ini untuk mencegah agar para mantan tersebut tidak kembali mengulangi kesahannya. “Masalah teroris bisa dicegah. Para mantan teroris jangan dikucilkan karena nanti dikira mereka tidak punya ruang lingkup lagi. Pendekatan dengan sikap yang sopan, dibina dan diarahkan pemahaman yang baik,” ungkapnya saat sebagai pembicara dalam cerah “Bersama Mencegah Teroris” di Masjid Muhammad, Denpasar, Minggu (14/5) siang.

Intinya, kata dia, harus tetap dibina. Dia yakin para mantan teroris ini bisa mengevaluasi atas kesalahan sebelumnya. Ia juga meminta peran para ulama untuk lebih diaktif lagi dengan merangkul para mantan teroris. “Para Ulama jangan ambil jarak. Apalagi mereka yang sudah terindikasi, tiba-tiba dapat masukan yang baru, maka hal tersebut akan menjadi pembanding buat mereka. Yang benar bisa menjadi salah. Saat mereka masih di dalam penjara harus sudah didatangi untuk diberikan pemahaman yang baru dan benar,” jelasnya.

Selain meminta kepada para ulama dan masyarakat, pria yang menghirup udara bebas pada tahun 2014 Ini juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan kebebasan berpendapat bagi setiap warga negara. Ia pun menceritakan pengalamannya sampai masuk ke kelompok radikal tersebut. “Saya masuk ke kelompok ini pada tahun 1985 sampai ditangkap pada tahun 2010. Alasan saya, waktu itu karena zaman orde baru kita tidak bisa menyampakain pendapat sehingga merasa bahwa Islam itu dikekang. Sehingga konsekuensi pemahamannya adalah negara ini kafir, pemimpinnya juga kafir dan orang lain juga kafir,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Hartoyo mengatakan, ceramah dengan menghadirkan mantan narapidana teroris sebagai pembicara ini, sebagai bentuk kecintaan jamaah Masjid Muhammad khususnya dan umat Islam Bali umumnya terhadap NKRI. Selain itu, untuk membentengi umat Islam di Bali dari hal-hal negatif. “Saya sependapat dengan pembicara tadi, bahwa dengan ceramah yang terbuka seperti ini, jamaah terhindar dari hal - hal negatif. Jamaah Masjid Muhammad ingin ciptakan suasana yang kondusif di Bali agar aman dalam mencari rezeki. Apalagi, Bali sebagai daerah pariwisata harus aman.