Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 10 July 2018 23:50
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Maria Natalia Londa
Keterangan Gambar: 
Maria Natalia Londa
BALI TRIBUNE - Peraih medali emas Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan dari nomor lompat jauh, Maria Natalia Londa bertekad mempertahankan medalinya itu saat gelaran Asian Games 2018 di Jakarta Agustus mendatang.
 
Ditemui di KONI Bali, Senin (9/7), atlet Badung peraih dua emas PON bagi Bali di nomor lompat jauh dan jangkit ini mengatakan lantaran target mempertahankan medali emas tersebut dirinya hanya fokus turun di satu nomor saja, yakni lompat jauh.
 
Dia mengatakan, peluang mempertahankan medali emas di nomor lompat jauh cukup besar, karena sampai saat ini yakni di Asia dirinya masih yang terbaik. Dia menambahkan,  saat meraih emas di Incheon silam lompatannya sejauh 6,55 meter.
 
“Sekarang ini di pelatnas terakhir lompatan saya masih 6,52 meter termasuk saat melakoni kejuaraan atletik di Los Angeles, Amerika akhir Mei lalu dan meraih emas. Saya juga meraih emas pada tes event di Jakarta Maret lalu dengan lompatan 6,43 meter,” jelas Maria.
 
Atlet berusia 28 tahun ini mengaku jika di Asian Games 2018 hanya turun di nomor lompat jauh, karena di lompat jangkit sangat rentan dengan cedera yang pernah dialaminya. Cedera lutut kaki kanan dan kirinya dialaminya karena turun di lompat jangkit pada SEA Games 2015 di Singapura.
 
“Saya sekarang tetap rutin melakukan terapi dua pekan sekali meski kondisinya tetap bagus, dan saya siap mengejar emas di Asian Games Indonesia yang digelar untuk babak kualifikasi pada 26 Agustus dan finalnya 27 Agustus,” tambah Maria.
 
Menyoal rival, Maria menyebutkan jika atlet atletik dari Vietnam, China, Uzbekitan, Filipina, Korea, India dan Jepang. Hanya saja Maria masih belum tahu kekuatan para rivalnya dari negara itu, lantaran mereka tidak pernah ikut kejuaraan bersama Maria.
 
“Saya memang belum pernah berlaga dengan para rival dari negara itu. Hanya atlet India yang bertanding dengan saya di tes event lalu. Tapi saya mampu mengatasinya dan saya mampu meraih juara,” demikian Maria Londa.