Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 26 October 2017 21:32
Redaksi - Bali Tribune
pecalang
Keterangan Gambar: 
POS JAGA – Sejumlah polisi dan pecalang tampak berjaga di portal larangan masuk zona merah, di Bebandem.

BALI TRIBUNE - Status awas Gunung Agung sudah memasuki minggu ke-5, dan sampai saat ini PVMBG belum juga menurunkan status itu. Sebab, dari hasil pemantauan dan data yang terekam oleh instrumen yang dimiliki PVMBG, aktivitas vulkanik Gunung Agung cenderung tinggi, kendati ada penurunan frekwensi kegempaan. Artinya, kemungkinan meletusnya Gunung Agung masih tinggi.

Untuk menjaga agar zona merah radius 12 kilometer, yang merupakan kawasan berbahaya dan terlarang bagi aktivitas manusia tak dilanggar, jajaran Polres Karangasem tetap menjaga ketertiban di wilayah permukiman warga yang ditinggal mengungsi dengan melakukan patrol. Bahkan, Polres Karangasem juga membuat 25 pos portal penghalang memasuki wilayah KRB yang dijaga bersama TNI dan pihak Pemda. Namun di wilayah KRB (Kawasan Rawan Bencana) yang seharusnya steril dari aktivitas masyarakat, masih ditemukan beberapa warga yang tetap tinggal dan enggan mengungsi.

“Polri dan Satgas Erupsi Gunung Agung sudah memberikan sosialisasi secara kontinuitas dan melakukan teguran simpatik pada warga yang masih berada di wilayah KRB, tetapi di lapangan hingga saat ini ada warga yang memilih tetap tinggal dengan berbagai alasan,” ujar Kasat Sabhara AKP I Nengah Sukerna saat memimpin patroli di wilayah KRB.

Menanggapi hal tersebut, pada Selasa (24/10) lalu, bersama Dandim 1623 Karangasem dan pihak Pemda Karangasem sepakat untuk membagikan Surat Pernyataan Kesanggupan Menanggung Risiko Secara Pribadi bagi warga yang masih tinggal di wilayah KRB.

“Hal ini bukan berarti kami lepas tangan terhadap keselamatan warga. Tetapi ini merupakan langkah tegas yang diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi warga sehingga mau mengungsi,” ujar Kapolres Karangasem, AKBP. I Wayan Gede Ardana, kepada wartawan Rabu (25/10).

Polres Karangasem, ditegaskannya, terus berupaya maksimal dalam membantu warga menjaga harta bendanya melalui patroli, selain itu yang terpenting adalah meminimalisir jumlah korban jiwa akibat erupsi Gunung Agung dengan mengevakuasi warga di wilayah KRB ke posko pengungsian. “Itulah mengapa kami sangat gencar dalam mensterilkan aktivitas warga di wilayah KRB,” tandas Kapolres.