Bali Tribune, Jumat 20 April 2018
Diposting : 30 July 2016 11:08
redaksi - Bali Tribune
pantai
Keterangan Gambar: 
EVAKUASI – Petugas sedang mngeevakuasi mayat Doni, korban Tenggelam di Pantai Mayar, Sukawati, yang baru ditemukan, Jum’at (29/7).

Gianyar, Bali Tribune

Dua hari pencarian,  Diamond alias Doni (24), korban tenggelam di Pantai Manyar, Ketewel, Sukawati,  akhirnya ditemukan, (29/7) pagi. Doni ditemukan sudah tak bernyawa, dalam posisi mengambang di Pantai Lembeng, sekitar 1 Km dari tempat kejadian.

Kepala Operasi Basarnas Bali Gede Darmada yang ditemui di lokasi menyebutkan, Korban temukan sekitar Pukul 06.30 wita. “Setelah mendapat informasi dari warga jika ada sesok mayat terdampar di bibir pantai. Petugas kami arahkan ke lokasi untuk melakukka  evakuasi," terangnya.

Saat  saat ditemukan, sebutnya, kondisi korban masih utuh, namun terdapat sejumlah luka lecet di bagian tubuhnya akibat benturan di batu karang. Namun, korban masih bisa dikenali dan masih mengenakan celana panjang jeans. "Korban masih mengenakan celana sesuai keterangan saksi saat   korbandilapprkan hilang tergulung ombak di Pantai Manyar," terangnya.

Setelah dilakukan identifikasi di lokasi, mayat korabn akhirnya di titipkan  ke RSUP Sanglah, atas permintaan keluraga dan pihak penampung korban.

Sementara itu, Kasat Pol Air AKP Wayan Subrata mengatakan, tim gabungan sudah berupaya melakukan pencarian , sejak menerima laporan ada korabn tenggelam. Bahkan, masing-masing satuan sudah mengerahkan Ruberboat, yang terus berkeliling sepanjang pantai Gianyar. 

Melihat kondisi mayat,  korban  diperkirakan terseret arus dalam laut dan  tubuh korban  menyangkut  sempat di karang.  Karena  keterbatasan alat,   petugas hanya  biasa  menunggu jasad korban mengambang. “Kami tidak berani menurunkan tim penyelam,  sangat beresiko. Apalagi, arus di Pantai ini sangat kuat. Beluam lagi,  titik koordinatnya tidak bisa kita pastikan,” terangnya.

Ditegaskan,  di seputaran Pantai Manyar yang masuk dalam kawasan Pantai Ketewel sudah dipasang plang larangan beraktifitas di pantai. Namun tidak dipungkiri masih saja ada warga luar yang tidak memperhatikan himbauan. Ditegaskan, dari kondisi pantai di areal itu memang tidak memungkinkan untuk aktifitas berenang. “Di Gianyar, ada 11 titik pantai yang masuk dalam jalur larangan berenang. Antara laian Pantai Siyut, Lebih, Cucukan, Masceti, Slukat, Saba, Purnama, Rangkan, lembeng, Gumicik hingga Pantai Ketewel,” pungkasnya.