Diposting : 14 October 2016 11:53
Ketut Sugiana - Bali Tribune
melasti
Keterangan Gambar: 
MELASTI- Ribuan warga Desa Pakraman Gelgel mengiringi Ida Bhatara ring Pura Dasar Buana masucian ke Segara Watu Klotok,Klungkung,Kamis (13/10) kemarin. Prosesi ini dilaksanakan serangkaian karya ngusaba nini agung lan ngusaba jagat di pura tersebut.

Semarapura, Bali Tribune

Ribuan warga Desa Pakraman Gelgel,Klungkung mengikuti prosesi pemelastian Ida Bhatara yang berstana di Pura Dasar Buana masucian (ritual pembersihan,red) ke Segara Watu Klotok,Kamis (13/10) kemarin. Ritual ini digelar serangkaian dengan karya ngusaba nin agung lan ngusaba jagat di Pura Dasar Buana yang puncak upacaranya jatuh pada rahina Purnama Kapat atau Sabtu (15/10) akhir pekan ini.
Prosesi yang dimulai sekitar pukul 13 .00 wita ini diawali dengan ritual Ida Bhatara ring Dasar Buana katuran pemendak yang berpusat di pelataran utama pura itu. Ritual ini dipandu oleh pemangku pura setempat didampingi 28 orang Klian Banjar Adat se-Desa Pakraman Gelgel.
Selanjutnya, diiringi ribuan krama, ke-28 orang klian banjar dimaksud munut Ida Bhatara ring Dasar Buana menuju ke Segara Watu Klotok guna melangsungkan ritual melasti (penyucian,red).
Turut pula katuran masucian, Ida Bhatara yang berstana di 16 Pura Dangke dan 5 Pura Dalem yang ada di Desa Pakraman Gelgel.
Disela-sela prosesi, Pangeling  Pura Dasar Buana,  Anak Agung Ngurah Werawan menyatakan,pura ini berfungsi sebagai pemersatu klan yang ada di sekitar wilayah Gelgel.
"Karena dipura dasar buana ini semua ada di jroan Pura Dasar Buana  baik ksatria dalem,Pande,pasek,brahmana . Mungkin dulu leluhur kita memandang perlu adanya pemersatu pasca runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Dwipa,,”ungkap dosen pada mata kuliah sejarah Universitas Udayana ini,
Seluruh rangkaian kegiatan melasti dipuput oleh Ida pedanda Istri Anom Suriati Keniten dari Gria Kediri Kamasan.