Diposting : 20 November 2019 17:43
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/Business Development Director Pramana Experience I Made Gede Andyana (tengah) bersama tim pembangunan proyek Sumitra Hotel & Resort
balitribune.co.id | Denpasar - Setelah The Alantara Sanur by Pramana, perusahaan manajemen dan pemasaran produk pariwisata, Pramana Experience kembali melakukan pengembangan produk pariwisata di wilayah Sanur. Sumitra Hotel & Resort menjadi proyek terbarunya, pada Rabu (20/11) telah digelar upacara "ngeruak" untuk memulai proses pembangunan.
 
Business Development Director Pramana Experience, I Made Gede Andyana Putra, ST di lokasi pembangunan hotel yang berada di pesisir Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar mengatakan, Sumitra Hotel & Resort ini menjadi salah satu proyek terbesar Pramana Experience dari 9 hotel yang ditargetkan rampung pada tahun 2022 nanti. Pembangunan ini bekerja sama dengan Kontraktor Tunas Jaya Sanur, yang menurutnya menjadi kontraktor berpengalaman dalam pembangunan hotel bintang 5. Dalam hal arsitektur pihaknya juga menggandeng arsitek lokal Martin Gunardhy. 
 
Pada properti ini, pihaknya merancang 117 kamar dengan konsep hotel leasure resort dengan kolam ikan air laut dan terumbu karang di dalam lagoon hotel yang luas. “Jadi di sini hal yang menarik untuk dijual yaitu live coral lagoon yang memakai slot water di dalamnya. Wisatawan akan langsung bisa berenang di lagoon itu bersama ikan-ikan,” ujarnya.
 
Dari sisi pasar, untuk di Sanur dikatakannya sebagai pionir daerah pariwisata. Meski saat ini kunjungan di Sanur cenderung ada penurunan, namun pihaknya meyakinkan 2-3 tahun ke depan akan kembali melesat. Hal tersebut didukung oleh upaya-upaya pemerintah daerah yang melakukan penguatan, baik itu infrastruktur dan lainnya. Sementara untuk segmen pasar dikatakannya tetap mayoritas Eropa. 
 
Sementara itu, Project Manager Tunas Jaya Sanur, Made Suarsa mengaku optimis proyek pembangunan hotel ini akan rampung pada tahun 2022 mendatang yang pembangunan akan dimulai pada Januari 2020. “Kami menggunakan teknologi yang canggih serta tenaga kerja hingga 400 orang. Kami optimis proyek rampung sesuai waktu yang ditargetkan,” imbuhnya.
 
Arsitek Lokal Sumitra Hotel & Resort, Martin Gunardhy menambahkan, konsep bangunan dari Sumitra Hotel & Resort nantinya tetap mengangkat unsur arsitektur Bali di dalamnya. Dikatakannya, Sanur sebagai salah satu daerah cikal bakal pariwisata di Bali, sehingga unsur Bali harus melekat di dalamnya. “Secara konsep akan didominasi oleh arsitektur Bali, tapi tidak full. Kita memasukkan unsur-unsur Bali di dalamnya, sehingga menjadi kenangan melekat pada wisatawan yang berlibur ke Bali,” ungkapnya.