Diposting : 30 January 2019 23:21
Khairil Anwar - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
LONGSOR – Jenazah empat korban longsor yang merupakan satu keluarga warga Dusun Sangker, Desa Mengening setelah dievakuasi dari timbunan tanah. Tampak pula Wabup Buleleng Nyoman Sutjidra menyerahkan bantuan.
Bali Tribune, Singaraja -Satu keluarga terdiri dari empat orang warga Dusun Sangker, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Selasa (29/1) tewas tertimbun tanah longsor setelah hujan lebat mengguyur daerah tersebut, sejak dua hari lalu.
 
Satu keluarga yang tewas, yakni Ketut Budikaca (33), Luh Sentiani (27) yang tak lain istri Budikaca, serta kedua anaknya yakni Putu Rikasih (9) dan Kadek Sutama (5). Mereka tak menyangka tebing di atas rumahnya bakal mengubur dia sekeluarga.
 
Saat peristiwa nahas itu terjadi, korban sedang terlelap tidur sehingga tidak bisa menyelamatkan diri. Tiga korban lainnya, yakni istrinya berhasil dievakuasi masyarakat dibantu tim Polri dan TNI dengan posisi saling berdekatan.
 
Menurut penuturan Komang Sanabawa yang merupakan kakak korban, ia tidak mengetahui dengan persis kejadian tersebut. Bahkan, kata dia, tidak mendengar suara keras yang mengarah pada ambrolnya tebing di belakang rumah korban.
 
Hanya saja, katanya, pihak yang pertama mengetahui rumah semi permanen korban tertimbun longsor, yakni Nyoman Dania (70) orang tua korban. ”Secara persis saya tidak tahu karena tidak ada yang tahu kejadiannya karena memang hujan deras mengguyur disertai kilatan petir dan suara gemuruh. Yang pertama melihat adalah bapak (Nyoman Dania,red),” terang Sanabawa, kemarin.
 
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng usai mendapat laporan adanya longsor yang menguruk salah satu rumah warga itu, langsung meluncur ke TKP. Dengan dibantu warga serta anggota TNI dan polisi, melakukan penanganan.
 
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan pascalongsor dengan membersihkan material yang menimbun rumah korban.Tak hanya rumah korban Budikaca, namun ada rumah lain yang juga terkena longsor namun tidak mengakibatkan korban  jiwa.
 
“Dari BPBD Buleleng telah mengerahkan seluruh kekuatan untuk membantu penanganan pascalongsor. Saat ini tengah dilakukan penanganan dan evakuasi terhadap rumah-rumah yang terkena longsoran. Dan hingga kini hanya  empat orang dilaporkan meninggal dunia,” jelasnya.
 
Ida Bagus Suadnyana  menyampaikan sudah ada upaya dilakukan warga untuk menanam pohon keras seperti cengkih namun belum terlalu besar dan kuat sehingga tanah longsor terjadi. “Kepada warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian untuk mengungsi karena kondisi tanah cukup labil,” imbuh dia.
 
Sedangkan Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengingatkan warga yang tinggal dekat kawasan tebing agar sementara waktu menjauh untuk menghindari jatuhnya korban jika sewaktu-waktu terjadi longsor.
 
”Cuaca masih belum bersahabat, kepada warga yang tinggal di kawasan rawan longsor agar untuk sementara menjauh. Kepada para kepala desa dan kepala dusun agar bisa  memperingatkan warganya,” tandasnya.