Diposting : 26 June 2019 15:00
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ MENHAN – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP memberikan cinderamata kepada Menhan RI Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu (kiri).
balitribune.co.id | Denpasar - Satu-satunya simpul dan perekat persatuan nasional bagi para prajurit yang tidak akan pernah berubah sampai kapan pun adalah Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI. Bahkan TNI harus bisa memegang teguh Sumpah Prajurit dan Sapta Marga, karena didalamnya tercantum jelas bahwa prajurit TNI bersendikan Pancasila dan setia kepada Dasar Negara Pancasila dan UUD 1945.
 
“TNI adalah garda terdepan untuk bangsa ini. Yakinilah, bahwa kekuatan Tentara Nasional Indonesia, apabila bersama rakyat akan semakin memperkokoh kedaulatan dan kekuatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Menhan RI Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di hadapan ratusan prajurit Kodam IX/Udayana di Ruang Stana Yudha Makodam IX/Udayana Denpasar, Selasa (25/6). 
 
Indonesia kata Menhan, memiliki beraneka ragam suku, bahasa dan budaya. Tetapi selama puluhan tahun tetap Bersatu. Kondisi ini menuntut kemanunggalan TNI dan rakyat yang kokoh dan kuat, bahwa pertahanan negara akan kuat jika TNI bersama rakyat bersatu padu, dan akan menjadi kekuatan yang riil dan luar biasa. “Kekuatan itulah yang ditakuti negara lain,” jelas Menhan.
 
Sebelumnya, usai menyambut kedatangan Menhan di lobi Makodam IX/Udayana, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto SIP menyampaikan sekilas tentang riwayat hidup Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu hingga menjabat sebagai Menhan RI.
 
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengawali karier di militer pada tahun 1974 di Satuan Kostrad sebagai Danton hingga menjabat sebagai Danbrigif. Pangkat Perwira Tinggi (Pati) dimulai ketika diangkat sebagai Kepala Staf Divisi 2/Kostrad tahun 1997 hingga tahun 2002 menjabat Kasad dengan pangkat Jenderal. 
 
Setelah purnawirawan, tepatnya 27 Oktober 2014 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu  dilantik sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI sampai sekarang dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. 
 
“Selain cemerlang dalam karier militer, Bapak Ryamizard Ryacudu juga aktif menulis buku tentang ‘Perang Modern’ dan berkontribusi dalam buku ‘Indonesia Baru dan Tantangan TNI’,” jelas Pangdam.