Bali Tribune, Sabtu 23 Juni 2018
Diposting : 12 June 2018 23:45
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
ELPIGI - Hingga menjelang hari raya Idul Fitri, warga masih kesulitan untuk mendapatkan elpiji 3 kg akibat pasokannya ke pengecer tersendat.

BALI TRIBUNE - Hingga saat ini masyarakat Jembrana masih kesulitan memperoleh gas elpiji ukuran 3 Kg. Terlebih di saat permintaan masyarakat terhadap gas elpiji semakin meningkat menjelang hari raya Idul Fitri.

Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ini terjadi hampir di setiap desa di 5 kecamatan di Jembrana.  Kelangkaan ini diduga pasokan gas elpiji tabung melon hilang sebelum sampai dipengecer dan masyarakat sebagai konsumen. Warga pun kini mempertanyakan upaya pemerintah untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar gas menjelang hari raya ini.

Salah seorang warga di Desa Pengambengan, Negara, Alfina Laila ditemui Senin (11/8) kemarin mengatakan warga disekitar rumahnya sudah mengalami kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji 3 Kg ini sejak beberapa hari belakangan ini. "Sudah empat hari ini saya dan warga lainnya kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji, padahal kebutuhan untuk memasak meningkat menjelang Lebaran," ungkap ibu rumah tangga ini.

Gas elpiji 3 Kg ini menurut warga sudah sulit didapatkan dipengecer sehingga warga harus keliling untuk mendapatkanya. Bahkan warga baru bisa memperoleh gas elpiji 3 kg di SPBU yang jaraknya cukup jauh. "Saya sudah keliling di Pengambengan sampai desa tetangga tidak dapat gas elpiji, ke SPBU baru dapat," katanya.

Sejumlah pedagang pengecer gas elpiji mengakui pasokan gas elpiji 3 Kg ini sudah tersendat sejak beberapa pekan belakangan ini. Salah seorang warung pengecer gas elpiji 3 Kg di Desa Cupel, Negara, Salihin mengaku para pedagang sudah kesulitan mendapatkan pasokan gas tabung melon ini. Pasokan elpiji ukuran tiga kilogram sudah tidak ia terima hampir satu minggu terakhir, padahal ketersediaan elpiji di warungnya sudah habis. Watik, salah seorang pengecer elpiji di Desa Pengambengan juga mengaku sampai saat ini belum mendapat pasokan gas elpiji 3 kg tersebut sejak beberapa hari belakangan.

Pengecer gas elpiji di Kelurahan Pendem Jembrana, Ni Made Mari Artini bahkan mengaku pasokan gas elpiji 3 kg ini sudah tersedat sejak sebelum hari raya Galungan. “dari sabelum Galungan sudah anyang-anyangan gasnya, warga harus menitipkan tabung kosongnya agar bisa mendapat gas elpiji secara antre,” ungkapnya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana Made Gde Budhiartha saat dikonfirmasi terkait keluhan warga yang kini kesulitan memperoleh gas elpiji 3 kg ini menyatakan pihaknya akan turun melakukan pengecekan kelapangan terkait kelangkaan elpiji tiga kilogram di sejumlah desa di Jembrana ini.

Sementara Salles Executiv Elpiji Bali, Rainer Axel Gultom dikonfrimasi melalui ponselnya Senin malam justru mengaku heran dengan kondisi kelangkaan elpiji 3 kg di Jembrana ini. Telebih menjelang hari raya Idul Fitri pihak Pertamina menurutnya telah menambah sampai 7 persen pasokan elpiji 3 kg keseluruh Bali termasuk juga ke Jembrana. “Saya heran kok bisa di Jembrana langka sedangkan sebelum Galungan pasokannya elpiji bersumbsidi sudah kami tambah 5 sampai 7 persen diseluruh Bali,” ungkapnya.

Menurutnya, ada indikasi penyelewengan dalam pendistribusian elpiji 3 kg ini. “Kuat dugaan ada oknum berspekulasi mencari keuntungan seperti dioplos atau ditimbun karena saat hari raya permintaannya memang meningkat,” jelasnya.