Diposting : 3 February 2018 16:31
Arief Wibisono - Bali Tribune
STIKOM
Keterangan Gambar: 
PERESMIAN - Menristekdikti, Prof Mohamad Nasir, didampingi Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali – Nusra, Prof DasiAstawa, dan pihak terkait meresemikan co-working space InkubatorBisnis STIKOM Bali, Jumat (2/2).

BALI TRIBUNE - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), Prof. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak, mengungkapkan kekagumannnya atas produk inovasi startup teknologi karya mahasiswa dan dosen STIKOM Bali.

“Saya sangat bangga bisa datang di STIKOM Bali, kampusnya bagus, karya-karya mahasiswa dan dosen yang tadi diperlihatkan bagus-bagus. capain-capaiannya juga bagus dan bermanfaat bagi Indonesia. Bermanfaat bagi Indonesia lho, tidak hanya bagi Bali,” kata Prof Nasir ketika meresmikan Co-Working SpaceInkubator Bisnis STIKOM Bali, Jumat (2/2).

Menurutnya, melihat perkembangan saat ini, STIKOM Bali bisa menjadi perguruan tinggi IT terbaik di Indonesia Timur bahkan menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Sebagai perguruan tinggi IT, Menristekdikti menilai STIKOM Bali sangat siap memasuki era revolusi industri keempat (R-4).

Dikatakan Prof Nasir, revolusi industri keempat harus disiapkan dari sekarang dengan meningkatkan kemampuan teknologi informasi. “Kesiapan yang sudah dilakukan oleh STIKOM Bali terlihat dari startup-startup karya para mahasiswanya,” kata Mohamad Nasir.

Sementara itu Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menyampaikan, bahwa STIKOM Bali selain sangat maju dalam inovasi produk-produk teknologi, juga selalu menjunjung tinggi pelestarian seni dan budaya berbasis IT, sehingga banyak inovasi produk STIKOM Bali yang sangat bermanfaat untuk kelestarian seni dan budaya Bali.

“Saat ini jumlah mahasiswa STIKOM Bali mencapai 5.300 orang, tersebat di empat program studi (prodi) yakni Prodi Sistem Informasi, Prodi Sistem Komputer, Prodi Manajemen Informatika dan Program International classbekerja sama dengan Help University Kuala Lumpur Malaysia,” kata Dadang Hermawan.