Diposting : 12 December 2017 19:39
Agung Samudra - Bali Tribune
ICT
Keterangan Gambar: 
MANGKRAK - Kondisi Mobil ICT mangkrak bertahun-tahun.

BALI TRIBUNE - Mobil training unit Information and Communication Technology (ICT) SMKN 1 Bangli, sudah bertahun-tahun mangkrak alias tidak berfungsi. Padahal mobil jenis bus tersebut awal pemanfataanya untuk menunjang kegiatan pelayanan internet keliling. Kini kondisi mobil sangat memprihatinkan dan telah bertahun-tahun ngedok di areal gedung unit produksi SMKN 1 Bangli. Karena lama tidak berfungsi pihak sekolah memiliki rencana akan memanfaatkan mobil yang tidak jelas asset kepimilikanya itu akan dimodifikasiuntuk dijadikan unit produksi.

Waka Kesiswaan SMKN 1 Bangli Ngakan Putu Asmara Putra mengatakan hampir sepuluh tahun mobil tersebut tidak dimanfaatkan bahkan tidak tersentuh sama sekali. Pria asal Desa Demulih ini mengaku tidak tahu  persis mekanisme pangadaan mobil training unit ICT. Papar Ngakan Asmara, pihak sekolah sudah melakukan penelusuran terkait asset kepemilikan dari mobil naas itu. ”Kita sudah melakukan penelusuran  baik di tingkat kabupaten hingga provinsi, namun tidak tercacat, sehingga untuk sementara jadi aset sekolah,” sebutnya, Senin (11/12).

Dijaman Putu Rupadana mobil tidak tersentuh. “Saat ini kepala sekolah bapak Gede Aster, ada rencana pemanfaatan ulang," ungkapnya.  Ngakan Asmara menyampaikan bawasan pihak sekolah ingin merombak mobil tersebut, sehingga lebih bermanfaat dan bisa menunjang kegiatan sekolah. 

Rencananya mobil akan dikemas menjadi unit produksi seperti penyedian jaringan internet atau warung telekomunikasi. "Tren sekarang mobil truck dijadikan seperti kafe kami juga berinisiatif membuat seperti itu. Tidak hanya diperuntukan bagi siswa disini, tapi yang dari luar juga bisa menikmati nantinya,” jelasnya.

Di balik rencana tersebut, pihak sekolah masih terkendala dana. "Bila kami perbaiki mobil untuk transportasi saat ada kegiatan juga tidak memungkinkan karena untuk mencari sparepart tidak ada di bengkel," sebutnya. Jika nantinya rencana tersebut terealiasi, maka unit produksi sekolah bisa pertambah, saat ini sekolah baru memiliki unit produksi meliputi mini market. “Rencanaya pihak sekolah akan memanfaatkan mobil itu, sehingga bisa menambah unit produksi,” sebutnya.

Kondisi mobil yang diperkirakan datang tahun 2005 itu sangat memprihatinkan, mobil yang dulunya lengkap dengan piranti computer plus jaringan internet terkesan tidak terurus. Ban mobil bagian belakang nampak kempos, begitupula body mobil mulai mengkarat. Piranti elektronik yang dulunya terpasang, tidak jelas rimbanya.